Hei, @anggitoooo.
...
Aku hanya lebih bisa menghelakan nafasku, kemudian kembali terdiam untuk merenungkan semuanya. Kita hanya diperkenankan Tuhan untuk saling mengenal kurang lebih 5 tahun.
Berat memang, kita pernah berjuang bersama dalam satu kelas selama kurang lebih 3 tahun. Dan tahun berikutnya pun kita memang masih dalam satu lingkungan yang sama. Memang, ini kehilangan kami, teman-teman yang pernah berbagi tawa denganmu, teman-teman yang pernah membuatmu kesal, teman-teman yang berjuang bersama-sama denganmu.
Kau ingat bagaimana dulu kita menghabiskan hari-hari di sekolah? Bagaimana kita habiskan Sabtu siang sepulang sekolah berkumpul dan bermain di rumah Deri sampai sore? Memang bukan selalu manis yang kita ukirkan bersama, meski memang selalu ada cekcok kecil-kecilan. Tapi kita selalu bisa tertawa bersama lagi. Seharusnya kita bisa berkumpul lagi, bersenda gurau lagi, bermain bersama-sama kembali.
Kau ingat, tahun lalu aku pernah menulis surat seperti ini juga untukmu pada surat ini.
Memang, Tuhan seakan mengabulkannya. Beberapa bulan setelahnya kau menunjukkan kepada kami bahwa kau tidak menyerah. Dengan kondisi yang memang tidak sesempurna sebelumnya, kau kembali. Kita sempat berkumpul bersama lagi.
Tidak lama. Lebih kurang 4 bulan, kau lagi-lagi menghilang. Sakit lagi. Perawatan lagi. Kemo lagi.
Dan kemarin, kau benar-benar meninggalkan kami. Untuk selamanya.
Kondisi yang naik-turun, tubuh yang semakin mengurus, memang bukan itu yang ingin kami lihat darimu, Git. Tapi, Tuhan berkehendak. Kita memang tidak bisa menolaknya, ataupun memakinya. Kita hanya bisa menerima. Bagaimana sebuah kehilangan di antara kami, diantara kita.
Tidurlah yang lelap, Git. Tanpa ada lagi rasa sakit. Semoga kau ditempatkan di tempat yang terbaik di sana. Semoga juga kau dan Tuhan akrab. Doa kami akan selalu bersamamu.
-dari temanmu, dan teman-teman yang kehilangan mu.
Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta. Show all posts
Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta. Show all posts
Monday, 21 January 2013
Thursday, 17 January 2013
Harmoni pada D Minor
Selamat sore, buddy @hollynobody.
Semoga surat ini membawa cinta yang harmoni, sebagaimana harmoni indah yang kalian berikan pada D minor. Kemudian kita bisa berdansa hingga pagi dalam lantunan Bossanova yang modern yang diselimuti oleh balutan nada pop.
Hari itu sedang hujan, ia membawa berkah. Hujan menuntunku bertemu dengan lantunan-lantunan merdu Pop-Bossanova dari ranah Bandung. Membiarkanku terjatuh begitu saja, meresapi Kiss the Pain Away, untuk selanjutnya larut dalam nada-nada indah nan merdu lainnya. Dan kemudian menjadi soundtrack untuk skrip-skrip hidup yang aku jalani selama ini.
Sesederhana itu aku larut dalam harmoni-harmoni romantik yang tercipta dalam selusin lebih lagu yang kalian ciptakan. Begitu indah.
Cinta memang unik, Tuhan memang maha luar biasa menciptakan komposisi nya. Bagaimana seseorang jatuh kepada sesuatu yang tidak hidup seperti dirinya. Se-spontan itu, se-spontan bagaimana kalian -Hollywood Nobody- terbentuk.
Ah, aku merasa sebuah rindu.
Rindu untuk begitu excited seperti dahulu kala saat pertama kali mendengarkan lagu-lagu kalian.
Baiklah, surat ini semakin tampak tidak berisi. Aku memang tidak handal mengungkapkan sebuah kecintaan.
Semoga kalian sehat selalu, dan aku di sini, Pekanbaru, akan terus menantikan karya terbaru dari kalian. Dan semoga kita bisa bertemu secara langsung, kalian di atas panggung dan aku menjadi salah satu yang ada didalam keramaian menyaksikan harmoni kalian, dengan detak jantung yang tidak biasa, penuh sukacita.
Yes, everything happens for a reason. And i'll always be here, capturing your moves. So I write this letter for you.
-Dari seorangpengagum Pencinta.
Semoga surat ini membawa cinta yang harmoni, sebagaimana harmoni indah yang kalian berikan pada D minor. Kemudian kita bisa berdansa hingga pagi dalam lantunan Bossanova yang modern yang diselimuti oleh balutan nada pop.
Hari itu sedang hujan, ia membawa berkah. Hujan menuntunku bertemu dengan lantunan-lantunan merdu Pop-Bossanova dari ranah Bandung. Membiarkanku terjatuh begitu saja, meresapi Kiss the Pain Away, untuk selanjutnya larut dalam nada-nada indah nan merdu lainnya. Dan kemudian menjadi soundtrack untuk skrip-skrip hidup yang aku jalani selama ini.
Sesederhana itu aku larut dalam harmoni-harmoni romantik yang tercipta dalam selusin lebih lagu yang kalian ciptakan. Begitu indah.
Cinta memang unik, Tuhan memang maha luar biasa menciptakan komposisi nya. Bagaimana seseorang jatuh kepada sesuatu yang tidak hidup seperti dirinya. Se-spontan itu, se-spontan bagaimana kalian -Hollywood Nobody- terbentuk.
Ah, aku merasa sebuah rindu.
Rindu untuk begitu excited seperti dahulu kala saat pertama kali mendengarkan lagu-lagu kalian.
Baiklah, surat ini semakin tampak tidak berisi. Aku memang tidak handal mengungkapkan sebuah kecintaan.
Semoga kalian sehat selalu, dan aku di sini, Pekanbaru, akan terus menantikan karya terbaru dari kalian. Dan semoga kita bisa bertemu secara langsung, kalian di atas panggung dan aku menjadi salah satu yang ada didalam keramaian menyaksikan harmoni kalian, dengan detak jantung yang tidak biasa, penuh sukacita.
Yes, everything happens for a reason. And i'll always be here, capturing your moves. So I write this letter for you.
-Dari seorang
Monday, 14 January 2013
Waktu pada Semesta Kita
Selamat sore, Nona.
Atau aku seharusnya mengucapkan selamat malam? Karena aku yakin kau akan membacanya pada malam hari. Ah sudahlah, aku memang tidak pandai berbasa-basi. Seperti saat kita pertama mengenal satu sama lain. Bahkan kita sepertinya tidak pernah benar-benar berkenalan. Kita sama-sama ingat bagaimana kita memulai percakapan pada sebuah media pesan singkat. Iya, aku memulainya tanpa ada basa-basi. Dan memang sepertinya tanpa perkenalan.
Tetapi, waktu membiarkan kita mengenal tanpa basa-basi bernama perkenalan.
Waktu juga yang membiarkan kita membuat langkah-langkah kecil kita selama ini. Membiarkan kita menciptakan romansa pada semesta kita. Waktu juga yang membiarkan kita mengisi semesta kita dengan tawa ceriamu, menorehkan keindahan-keindahan lainnya.
Meski terkadang waktu terlalu tergesa-gesa dan pergi terlalu cepat.
Waktu terbang begitu saja sejak pada pagi hari di ulang tahunmu yang ke-17.
Meski belum genap 30 hari. Pagi itu kita memulai semesta kita yang baru. Pagi itu waktu menepis semua ragu pada kepala kita. Pada pagi itu waktu menjawab pertanyaan yang sama yang pernah aku berikan kepadamu. Pada pagi itu, kau dan aku, menjadi kita.
Sayang, kita akan terus berjalan bersama. Kita tidak perlu berhenti saat kau tertatih, aku akan ada untuk memapahmu. Kita akan terus melangkah. Dan waktu, bersama semesta akan berkonspirasi untuk semesta kita.
-Surat pertama pada kotak pos Semesta Kita, @pramithaR-
Atau aku seharusnya mengucapkan selamat malam? Karena aku yakin kau akan membacanya pada malam hari. Ah sudahlah, aku memang tidak pandai berbasa-basi. Seperti saat kita pertama mengenal satu sama lain. Bahkan kita sepertinya tidak pernah benar-benar berkenalan. Kita sama-sama ingat bagaimana kita memulai percakapan pada sebuah media pesan singkat. Iya, aku memulainya tanpa ada basa-basi. Dan memang sepertinya tanpa perkenalan.
Tetapi, waktu membiarkan kita mengenal tanpa basa-basi bernama perkenalan.
Waktu juga yang membiarkan kita membuat langkah-langkah kecil kita selama ini. Membiarkan kita menciptakan romansa pada semesta kita. Waktu juga yang membiarkan kita mengisi semesta kita dengan tawa ceriamu, menorehkan keindahan-keindahan lainnya.
Meski terkadang waktu terlalu tergesa-gesa dan pergi terlalu cepat.
Waktu terbang begitu saja sejak pada pagi hari di ulang tahunmu yang ke-17.
Meski belum genap 30 hari. Pagi itu kita memulai semesta kita yang baru. Pagi itu waktu menepis semua ragu pada kepala kita. Pada pagi itu waktu menjawab pertanyaan yang sama yang pernah aku berikan kepadamu. Pada pagi itu, kau dan aku, menjadi kita.
Sayang, kita akan terus berjalan bersama. Kita tidak perlu berhenti saat kau tertatih, aku akan ada untuk memapahmu. Kita akan terus melangkah. Dan waktu, bersama semesta akan berkonspirasi untuk semesta kita.
-Surat pertama pada kotak pos Semesta Kita, @pramithaR-
Thursday, 9 February 2012
day #27 - dear, Afrodit..
dear afrodit,
kutitipkan semua rangkaian aksara yg aku tulis ini, sampaikan kepadanya, Ares.
tanamkan benih cinta ke dalam dirinya, seharusnya itu bukan hal sulit bagimu, sang dewi cinta.kau pasti setuju denganku, sebagai sosok yg enggan akan sebuah kekerasan. kita lebih memilih cinta.
lihatlah ke bawah sini,
derap langkah sepatu boots berat seperti menjadi intro dari nada kematian, dengan ledakan senjata sebagai reff nya. wangi mesiu bercampur dengan darah menjadi danur yg mewangi ke penjuru ruangan.
kejam.
aku yakin, cinta dapat mengubur sifat kejamnya.
aku memohon, afrodit. hanya kau yg bisa membantu merajut sesuatu yg begitu mahal disini, kedamaian.
jangan sampai zeus tau perihal surat ini.
salam dari bumi, dengan penuh kegelisahan
kutitipkan semua rangkaian aksara yg aku tulis ini, sampaikan kepadanya, Ares.
tanamkan benih cinta ke dalam dirinya, seharusnya itu bukan hal sulit bagimu, sang dewi cinta.kau pasti setuju denganku, sebagai sosok yg enggan akan sebuah kekerasan. kita lebih memilih cinta.
lihatlah ke bawah sini,
derap langkah sepatu boots berat seperti menjadi intro dari nada kematian, dengan ledakan senjata sebagai reff nya. wangi mesiu bercampur dengan darah menjadi danur yg mewangi ke penjuru ruangan.
kejam.
aku yakin, cinta dapat mengubur sifat kejamnya.
aku memohon, afrodit. hanya kau yg bisa membantu merajut sesuatu yg begitu mahal disini, kedamaian.
jangan sampai zeus tau perihal surat ini.
salam dari bumi, dengan penuh kegelisahan
Tuesday, 7 February 2012
day #25 - Gelap Menjawab
anggap saja aku malam, yg meniupkan perih jauh ke dalam rusukmu.
mencumbui jalan pikiranmu, merasuki sela sela otakmu.
menggagalkanmu terlelap.
mungkin aku memang tidak semewah senja, tiupanku tidak sesegar tiupan pagi.
mungkin aku memang terlalu menyakitkan.
tapi,
aku tidak akan pernah berhenti sampai kalian, manusia, mengerti jalan skenarionya.
aku ada sebagai renungan.
aku akan tetap pada sebuah ego, menjadi apatis atas keluhan.
membiarkan kalian tetap terjaga, menghantui semuanya, sampai saatnya kalian mengerti, hidup bukan untuk terpaku pada satu titik.
saat kau bergerak maju, saat itulah kita berdamai.
-surat balasan (lancang) untuk @harumazizah dalam surat "Malam"-
mencumbui jalan pikiranmu, merasuki sela sela otakmu.
menggagalkanmu terlelap.
mungkin aku memang tidak semewah senja, tiupanku tidak sesegar tiupan pagi.
mungkin aku memang terlalu menyakitkan.
tapi,
aku tidak akan pernah berhenti sampai kalian, manusia, mengerti jalan skenarionya.
aku ada sebagai renungan.
aku akan tetap pada sebuah ego, menjadi apatis atas keluhan.
membiarkan kalian tetap terjaga, menghantui semuanya, sampai saatnya kalian mengerti, hidup bukan untuk terpaku pada satu titik.
saat kau bergerak maju, saat itulah kita berdamai.
-surat balasan (lancang) untuk @harumazizah dalam surat "Malam"-
Monday, 6 February 2012
day #23 - Perkenankan....
kepada aksara aksara cinta yg menggebu di langit biru,
biarkan aku bergabung dengan kalian, berkumpul membentuk kehangatan dalam guyuran hujan, bercengkrama diselimuti pelangi sesudahnya.
biarkan aku bergabung, menyenandungkan nada nada minor tentang cinta bersama kalian.
perkenankan aku berbincang bincang dengan kalian, dalam secangkir kafein pahit. kemudian mencumbui malam dengan prosa prosa singkat hingga mentari terbang ke permukaan.
perkenankan aku mengikuti kalian menghirup wangi dan indahnya taman bunga. berlari lari kegirangan seperti anak kecil di ujung jalan yg baru saja dibelikan balon.
perkenankan aku tinggal lebih lama bersama kalian.
larut dalam birunya langit yg dihiasi awan awan beraksara romantika.
biarkan aku bergabung dengan kalian, berkumpul membentuk kehangatan dalam guyuran hujan, bercengkrama diselimuti pelangi sesudahnya.
biarkan aku bergabung, menyenandungkan nada nada minor tentang cinta bersama kalian.
perkenankan aku berbincang bincang dengan kalian, dalam secangkir kafein pahit. kemudian mencumbui malam dengan prosa prosa singkat hingga mentari terbang ke permukaan.
perkenankan aku mengikuti kalian menghirup wangi dan indahnya taman bunga. berlari lari kegirangan seperti anak kecil di ujung jalan yg baru saja dibelikan balon.
perkenankan aku tinggal lebih lama bersama kalian.
larut dalam birunya langit yg dihiasi awan awan beraksara romantika.
day #22 - Kepada Butir Pasir yang Terus Berjatuhan
kepada butir butir pasir yg terus berjatuhan,
selama ini kita berteman, bukan?
ah ya, ini bukan soal pertemanan. ini sebuah pengajaran.
dari butir butirmu yg berjatuhan, aku mengerti gravitasi itu tercipta agar kami tetap berpijak. tidak lupa diri atas gemerlapnya romantika cucu adam dan hawa.
dari butirmu yg terus mengalir, aku mengerti bahwa waktu yg tercipta antara aku, dan dia, merupakan butiran butiranmu yg berjatuhan untuk aku labeli sebagai sesuatu yg berharga.

butir butirmu terus berjatuhan, semakin menumpuk di bawah. problema menghampiri, tapi disitu aku tau. cucu adam disandingkan dengan cucu hawa untuk berbagi elegi di dalam kisahnya.
saat butirmu habis di satu sisi, kau berputar, untuk kembali mengisi yg kosong. hidup ini bukan tidak ada gunanya. kita tidak perlu mengakhiri hidup layaknya romeo dan juliet demi sebuah romansa.
kepada waktu, yg diwakili butir butir pasir yg mengalir, jangan pernah lelah mengajariku sesuatu yg bermakna.
-surat yg lagi lagi terlambat terbit-
selama ini kita berteman, bukan?
ah ya, ini bukan soal pertemanan. ini sebuah pengajaran.
dari butir butirmu yg berjatuhan, aku mengerti gravitasi itu tercipta agar kami tetap berpijak. tidak lupa diri atas gemerlapnya romantika cucu adam dan hawa.
dari butirmu yg terus mengalir, aku mengerti bahwa waktu yg tercipta antara aku, dan dia, merupakan butiran butiranmu yg berjatuhan untuk aku labeli sebagai sesuatu yg berharga.
butir butirmu terus berjatuhan, semakin menumpuk di bawah. problema menghampiri, tapi disitu aku tau. cucu adam disandingkan dengan cucu hawa untuk berbagi elegi di dalam kisahnya.
saat butirmu habis di satu sisi, kau berputar, untuk kembali mengisi yg kosong. hidup ini bukan tidak ada gunanya. kita tidak perlu mengakhiri hidup layaknya romeo dan juliet demi sebuah romansa.
kepada waktu, yg diwakili butir butir pasir yg mengalir, jangan pernah lelah mengajariku sesuatu yg bermakna.
-surat yg lagi lagi terlambat terbit-
day #24 - Untuk Wanita dalam Bedung
hai, selamat pagi, kecil.
bagaimana kabarmu?sudah sarapan kan?sedang tidur nyenyak kah?
sini, aku ajarkan sesuatu kepadamu. kamu pasti belum tau ini kan?ini, yg aku kirimkan kepadamu adalah surat. bergenre cinta. apa itu cinta?ah sudahlah, sia sia rasanya kalau aku ajarkan ini sekarang. perlu banyak halaman untuk mengajarkan semuanya ke kamu. nanti kamu bakalan tau kok seiring berkembangnya tubuhmu. yg pasti, kamu bakalan bangga nantinya. bagaimana tidak, umur kamu baru saja dua hari udah dapat surat cinta. nah, itu satu prestasi loh.

oiya, gimana rasanya keluar dari perut ibumu setelah 9 bulan mendekap? kamu bakalan menjalani sesuatu yg disebut hidup disini. bertemu dan berkenalan dengan orang orang yg semoga saja hebat. belajar banyak. meskipun banyak yg akan mengganggu hidupmu, menggoyah pikiranmu, merusak kepercayaanmu, yakinlah kamu harus bisa bertahan dan menjadi sosok yg kuat. bukan wanita yg lemah. air matamu harus menjadi sesuatu yg terlalu berharga untuk keluar dari pelupuk matamu.
ingat, kamu harus bisa menjadi orang yg sukses. menjadi anak soleh, yg akan tumbuh berkembang menjadi sesosok wanita yg hebat. kami semua percaya ada sesosok yg hebat dalam dirimu, wanita kecil dalam balutan bedung.
selamat datang di dunia, Khansa Rafa Janeeta.
bagaimana kabarmu?sudah sarapan kan?sedang tidur nyenyak kah?
sini, aku ajarkan sesuatu kepadamu. kamu pasti belum tau ini kan?ini, yg aku kirimkan kepadamu adalah surat. bergenre cinta. apa itu cinta?ah sudahlah, sia sia rasanya kalau aku ajarkan ini sekarang. perlu banyak halaman untuk mengajarkan semuanya ke kamu. nanti kamu bakalan tau kok seiring berkembangnya tubuhmu. yg pasti, kamu bakalan bangga nantinya. bagaimana tidak, umur kamu baru saja dua hari udah dapat surat cinta. nah, itu satu prestasi loh.

oiya, gimana rasanya keluar dari perut ibumu setelah 9 bulan mendekap? kamu bakalan menjalani sesuatu yg disebut hidup disini. bertemu dan berkenalan dengan orang orang yg semoga saja hebat. belajar banyak. meskipun banyak yg akan mengganggu hidupmu, menggoyah pikiranmu, merusak kepercayaanmu, yakinlah kamu harus bisa bertahan dan menjadi sosok yg kuat. bukan wanita yg lemah. air matamu harus menjadi sesuatu yg terlalu berharga untuk keluar dari pelupuk matamu.
ingat, kamu harus bisa menjadi orang yg sukses. menjadi anak soleh, yg akan tumbuh berkembang menjadi sesosok wanita yg hebat. kami semua percaya ada sesosok yg hebat dalam dirimu, wanita kecil dalam balutan bedung.
selamat datang di dunia, Khansa Rafa Janeeta.
Wednesday, 1 February 2012
day #19 - Sentuhan Magis Pria Malang
aku melalui pagi seperti biasa, memasuki pagar dengan begitu santai. melewati aula yg tampak gelap. ya, pagi itu masih pukul setengah tujuh lewat lima. memang, aku terlalu rajin dulu. tidak seperti sekarang.
bel berbunyi, semuanya berbondong bondong ke halaman depan untuk upacara senin pagi lengkap dengan topi dan dasi. penuh disiplin, karena memang itu yg diutamakan oleh sekolahku.
upacara selesai, tapi kami belum dibubarkan. ada pengumuman tambahan, ternyata ada seorang guru baru. berdiri memperkenalkan dirinya dengan tubuh yg tampak kurus, jangkung dan rambut ikal yg tebal. ternyata dia perantau, datang dari tempat yg jauh, Malang. aku tau itu di daerah Jawa, tidak tau di bagian mana. karena memang aku tidak begitu lihai merekam pelajaran ips dulu, dan lumayan cuek.
enam bulan berlalu, kenaikan kelas. dan ternyata sosok yg aku kenal dari perkenalan umum enam bulan sebelumnya menjadi wali kelasku. ya, perantau dari Malang. seperti anak sd pada umumnya dulu, semua takut. pertemuan pertama begitu dingin, tapi dia berhasil menghangatkannya.
matematika kelas empat, bukan pelajaran yg enteng dulunya. tapi, dengan sentuhan magis pria dari Malang tadi aku begitu lancar melaluinya. kembali menikmati pelajaran pelajaran yg ada.
dua tahun berlalu, tahun terakhir di bangku sekolah dasar. dan sepertinya tahun terakhir aku bertemu dengannya. pertemuan terakhir sepertinya saat aku meminta dia untuk membimbingku menyelesaikan soal soal sebagai bekalku masuk ke bangku sekolah menengah pertama. benar saja, dengan bantuannya aku sukses masuk ke sekolah yg aku inginkan.
sekarang sudah tahun ke lima kita tidak bertemu, pak. bagaimana kabarmu?ah boro boro bertanya kabar, bahkan sekarang aku tidak tau lagi bapak mengajar dimana. sudah kembali ke Malang kah?
aku rindu logat kejawa-an yg bapak perdengarkan ketika mengajar, sentuhan magis untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. aku ingat kepercayaan yg bapak berikan dulu yg mungkin menjadi kesalahan terbesar bapak, yaitu mempercayakanku mengikuti lomba menggambar mewakili sekolah. itu benar benar blunder, pak.
mungkin ketika bertemu lagi, kita bisa berbicara tentang hal hal yg lebih berat mungkin. perbincangan kedua pihak yg semakin berkembang, bocah yg sudah berubah menjadi seorang remaja berbicara dengan sesosok yg pastinya menjadi lebih bijak, menuntut ilmu yg bukan lagi berkemasan formal. atau sebatas nostalgia guru dan murid, bercerita masa lalu, menertawakan masa lalu.
ini surat cinta untuk bapak, berdasar dengan sebuah rindu, Bapak Eko Rubianto.
bel berbunyi, semuanya berbondong bondong ke halaman depan untuk upacara senin pagi lengkap dengan topi dan dasi. penuh disiplin, karena memang itu yg diutamakan oleh sekolahku.
upacara selesai, tapi kami belum dibubarkan. ada pengumuman tambahan, ternyata ada seorang guru baru. berdiri memperkenalkan dirinya dengan tubuh yg tampak kurus, jangkung dan rambut ikal yg tebal. ternyata dia perantau, datang dari tempat yg jauh, Malang. aku tau itu di daerah Jawa, tidak tau di bagian mana. karena memang aku tidak begitu lihai merekam pelajaran ips dulu, dan lumayan cuek.
enam bulan berlalu, kenaikan kelas. dan ternyata sosok yg aku kenal dari perkenalan umum enam bulan sebelumnya menjadi wali kelasku. ya, perantau dari Malang. seperti anak sd pada umumnya dulu, semua takut. pertemuan pertama begitu dingin, tapi dia berhasil menghangatkannya.
matematika kelas empat, bukan pelajaran yg enteng dulunya. tapi, dengan sentuhan magis pria dari Malang tadi aku begitu lancar melaluinya. kembali menikmati pelajaran pelajaran yg ada.
dua tahun berlalu, tahun terakhir di bangku sekolah dasar. dan sepertinya tahun terakhir aku bertemu dengannya. pertemuan terakhir sepertinya saat aku meminta dia untuk membimbingku menyelesaikan soal soal sebagai bekalku masuk ke bangku sekolah menengah pertama. benar saja, dengan bantuannya aku sukses masuk ke sekolah yg aku inginkan.
sekarang sudah tahun ke lima kita tidak bertemu, pak. bagaimana kabarmu?ah boro boro bertanya kabar, bahkan sekarang aku tidak tau lagi bapak mengajar dimana. sudah kembali ke Malang kah?
aku rindu logat kejawa-an yg bapak perdengarkan ketika mengajar, sentuhan magis untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. aku ingat kepercayaan yg bapak berikan dulu yg mungkin menjadi kesalahan terbesar bapak, yaitu mempercayakanku mengikuti lomba menggambar mewakili sekolah. itu benar benar blunder, pak.
mungkin ketika bertemu lagi, kita bisa berbicara tentang hal hal yg lebih berat mungkin. perbincangan kedua pihak yg semakin berkembang, bocah yg sudah berubah menjadi seorang remaja berbicara dengan sesosok yg pastinya menjadi lebih bijak, menuntut ilmu yg bukan lagi berkemasan formal. atau sebatas nostalgia guru dan murid, bercerita masa lalu, menertawakan masa lalu.
ini surat cinta untuk bapak, berdasar dengan sebuah rindu, Bapak Eko Rubianto.
Tuesday, 31 January 2012
day #18 - Terlalu Polos Untuk Mengerti
aku tidak pernah begitu bersemangat memasuki pagar sekolah. terlebih lagi jika harus mendengar lantunan nada bel masuk pukul tujuh. apa boleh buat, aku lalui saja semuanya dengan semangat (yang terpaksa).
aku yg di hari itu benar benar tidak mengenal bagaimana tata krama bertamu ke halte seseorang. yg aku tau hanya duduk sambil berteduh dibawah atapnya, dihiasi aroma tanah yg dibasahi hujan. kemudian melihat indahnya pelangi. bus pun datang, aku menaikinya tanpa ada pikiran lain. hanya seperti sebelum aku memasuki halte, tanpa suatu perasaan.
aku beranjak, turun dari bus ke suatu taman. terlalu ramai. aku tidak begitu menyukai sesuatu yg terlalu ramai. aku hanya berjalan melewatinya. tidak ada yg peduli saat itu.
aku berputar haluan, mendatangi sebuah coffee shop. benar saja, secangkir kafein membuatku lebih merasakan hidup. aku tau banyak. belajar banyak. tau sebuah tata krama menduduki halte. mengerti nilai seni sebuah taman.
aku juga tidak bisa sesukanya kembali lagi kesana. ah, cinta terkadang memang rumit teman. dan aku, ataukah kita, memang terlalu polos untuk memahami seluk beluknya.
*surat cinta untuk pencinta masa kecil yg semu*
aku yg di hari itu benar benar tidak mengenal bagaimana tata krama bertamu ke halte seseorang. yg aku tau hanya duduk sambil berteduh dibawah atapnya, dihiasi aroma tanah yg dibasahi hujan. kemudian melihat indahnya pelangi. bus pun datang, aku menaikinya tanpa ada pikiran lain. hanya seperti sebelum aku memasuki halte, tanpa suatu perasaan.
aku beranjak, turun dari bus ke suatu taman. terlalu ramai. aku tidak begitu menyukai sesuatu yg terlalu ramai. aku hanya berjalan melewatinya. tidak ada yg peduli saat itu.
aku berputar haluan, mendatangi sebuah coffee shop. benar saja, secangkir kafein membuatku lebih merasakan hidup. aku tau banyak. belajar banyak. tau sebuah tata krama menduduki halte. mengerti nilai seni sebuah taman.
aku juga tidak bisa sesukanya kembali lagi kesana. ah, cinta terkadang memang rumit teman. dan aku, ataukah kita, memang terlalu polos untuk memahami seluk beluknya.
*surat cinta untuk pencinta masa kecil yg semu*
Monday, 30 January 2012
day #17 - Kehabisan Nurani (?)
kepada sebuah nurani, yg telah dilahap oleh ego.
mungkin kalian terlalu tinggi untuk melihat kebawah, terlalu kaya untuk dipandang miskin. meskipun ada krisis yg membahayakan di dalam tubuh kalian, krisis rasa.
sesulit itukah melihat hal yg sepatutnya menjadi salah satu hal yg kalian rekam dalam memori otak, cerna dengan sebuah hati?
sudah pernah melihat seorang lelaki tua yg menghabiskan masa tuanya di sebuah persimpangan gang yg menanti seseorang membutuhkan bensin?beliau tidak meronta ronta meski sebenarnya duitnya telah kalian permainkan di kantong kalian.
sudah pernah melihat ibu ibu berusia tanggung melawan kerasnya hidup ketika anaknya dibawa kabur oleh suaminya sendiri untuk meminta minta di suatu tempat entah dimana?kemudian hanya bisa pasrah melanjutkan hidupnya dengan penghasilan yg entah berapa kali lipat dibawah kalian.
sudah pernah melihat seorang ayah yg termakan propaganda dinding dan kemudian dipenjarakan karena mencuri sekaleng susu?ia nekat, sebuah label kemiskinan membuatnya merasa kuat, agar anaknya tidak mati begitu saja.
sudah pernah memberi minum anak usia sekolah dasar yg menahan rasa haus dibawah terik matahari dan terpaan asap knalpot?ia seolah berpuasa karena tidak punya uang, tetapi tetap menikmati hidupnya.
itu contoh kecil kehidupan dibawah, sengaja aku ceritakan karena memang kalian begitu tinggi di atas sana. iya, hidup memang keras. sampai kapan kalian ingin mempermainkan duit duit yg tidak seharusnya mengalir ke kantong kalian?
berhenti saja, bukan itu cara menikmati hidup. atau kalian hanya ingin bersyukur ketika hanya tidur di atapi kolong jembatan?
berhentilah bermain main dengan hak orang, sebelum Tuhan menghukummu.
Tuhan punya caranya sendiri.
mungkin kalian terlalu tinggi untuk melihat kebawah, terlalu kaya untuk dipandang miskin. meskipun ada krisis yg membahayakan di dalam tubuh kalian, krisis rasa.
sesulit itukah melihat hal yg sepatutnya menjadi salah satu hal yg kalian rekam dalam memori otak, cerna dengan sebuah hati?
sudah pernah melihat seorang lelaki tua yg menghabiskan masa tuanya di sebuah persimpangan gang yg menanti seseorang membutuhkan bensin?beliau tidak meronta ronta meski sebenarnya duitnya telah kalian permainkan di kantong kalian.
sudah pernah melihat ibu ibu berusia tanggung melawan kerasnya hidup ketika anaknya dibawa kabur oleh suaminya sendiri untuk meminta minta di suatu tempat entah dimana?kemudian hanya bisa pasrah melanjutkan hidupnya dengan penghasilan yg entah berapa kali lipat dibawah kalian.
sudah pernah melihat seorang ayah yg termakan propaganda dinding dan kemudian dipenjarakan karena mencuri sekaleng susu?ia nekat, sebuah label kemiskinan membuatnya merasa kuat, agar anaknya tidak mati begitu saja.
sudah pernah memberi minum anak usia sekolah dasar yg menahan rasa haus dibawah terik matahari dan terpaan asap knalpot?ia seolah berpuasa karena tidak punya uang, tetapi tetap menikmati hidupnya.
itu contoh kecil kehidupan dibawah, sengaja aku ceritakan karena memang kalian begitu tinggi di atas sana. iya, hidup memang keras. sampai kapan kalian ingin mempermainkan duit duit yg tidak seharusnya mengalir ke kantong kalian?
berhenti saja, bukan itu cara menikmati hidup. atau kalian hanya ingin bersyukur ketika hanya tidur di atapi kolong jembatan?
berhentilah bermain main dengan hak orang, sebelum Tuhan menghukummu.
Tuhan punya caranya sendiri.
Sunday, 29 January 2012
day #15 - the black love letter
to the deepest side, of my dark side.
aku senang bekerja sama denganmu. aku senang ketepatan perasaan kita, untuk membenci. kita tidak pernah salah dalam membenci seseorang atau sesuatu sepertinya. kadar pahit cangkir yg kita berikan selalu pas.
aku suka detail detail kecil yg menjadi pilihan untuk kita benci.
bagiku, kau itu bagian kecil yg penting, yg tidak terlihat.
i love you anyway.
aku senang bekerja sama denganmu. aku senang ketepatan perasaan kita, untuk membenci. kita tidak pernah salah dalam membenci seseorang atau sesuatu sepertinya. kadar pahit cangkir yg kita berikan selalu pas.
aku suka detail detail kecil yg menjadi pilihan untuk kita benci.
bagiku, kau itu bagian kecil yg penting, yg tidak terlihat.
i love you anyway.
Tuesday, 24 January 2012
day #11 - Cinta Buta
orang bilang cinta itu buta. banyak yg percaya, banyak juga yg membantahnya. tapi kali ini aku meng-iyakan anggapan itu. cinta itu buta.
Turin, sebuah kota yg tidak begitu besar, tidak terlalu mewah, dan mungkin tidak banyak yg mengenalnya. Torino, begitu Italian melafalkan namamu yg menetap di utara Italy ini. sepertinya bukan kota yg familiar akan romantika. bukan kota yg terkenal akan kefamiliaran kuliner dahsyat nya. lantas, mengapa surat cinta ini sampai jauh ke Turin, kota yg bahkan belum pernah kupijakkan kakiku disana?sudahlah, cinta itu buta kan?
cinta itu sulit dideskripsikan kehadirannya. cinta itu bahkan datang begitu saja, cinta juga datang karena berbagai faktor dan hinggap bersama racun racunnya, yg kadang tanpa penawar. dan faktor yg mungkin mengapa sampai aku merasakan kesan yg luar biasa padamu adalah Juventus, klub kebanggaan kota Turin. klub dengan segudang prestasi. terlalu dangkal?biarlah, cinta itu membuatmu bodoh dan dangkal terkadang, ketika kau benar benar diracuninya. fans fanatik sepakbola juga pasti merasakan hal yg sama denganku, benar benar ingin menyaksikan jagoannya berlaga secara langsung, dan jatuh cinta begitu saja. manchester mungkin, london, atau barcelona.
cinta itu tidak selamanya mencumbui hal hal penuh romansa, bercinta di Paris, menikmati senja di Venice, berciuman dipayungi sunset di Kuta Bali, atau membuka album kenangan kota kelahiran. cinta butuh sebuah kesederhanaan. inilah contohnya, alasan sederhana aku begitu mencintai Turin, karena Juventus bermarkas di Turin. sederhana bukan?
cinta itu buta, dan butuh kesederhanaan. dan Turin itu Hitam-Putih bagiku, bukan merah maroon.
-surat cinta sederhana untuk kekasih yg dicintai dengan buta, Turin-
Turin, sebuah kota yg tidak begitu besar, tidak terlalu mewah, dan mungkin tidak banyak yg mengenalnya. Torino, begitu Italian melafalkan namamu yg menetap di utara Italy ini. sepertinya bukan kota yg familiar akan romantika. bukan kota yg terkenal akan kefamiliaran kuliner dahsyat nya. lantas, mengapa surat cinta ini sampai jauh ke Turin, kota yg bahkan belum pernah kupijakkan kakiku disana?sudahlah, cinta itu buta kan?
cinta itu sulit dideskripsikan kehadirannya. cinta itu bahkan datang begitu saja, cinta juga datang karena berbagai faktor dan hinggap bersama racun racunnya, yg kadang tanpa penawar. dan faktor yg mungkin mengapa sampai aku merasakan kesan yg luar biasa padamu adalah Juventus, klub kebanggaan kota Turin. klub dengan segudang prestasi. terlalu dangkal?biarlah, cinta itu membuatmu bodoh dan dangkal terkadang, ketika kau benar benar diracuninya. fans fanatik sepakbola juga pasti merasakan hal yg sama denganku, benar benar ingin menyaksikan jagoannya berlaga secara langsung, dan jatuh cinta begitu saja. manchester mungkin, london, atau barcelona.
cinta itu tidak selamanya mencumbui hal hal penuh romansa, bercinta di Paris, menikmati senja di Venice, berciuman dipayungi sunset di Kuta Bali, atau membuka album kenangan kota kelahiran. cinta butuh sebuah kesederhanaan. inilah contohnya, alasan sederhana aku begitu mencintai Turin, karena Juventus bermarkas di Turin. sederhana bukan?
cinta itu buta, dan butuh kesederhanaan. dan Turin itu Hitam-Putih bagiku, bukan merah maroon.
-surat cinta sederhana untuk kekasih yg dicintai dengan buta, Turin-
Monday, 23 January 2012
day #10 - Salam Salut
dear @risa_saraswati,
ya mungkin saya penggemar yg terbit terlambat dari EP story of peter yg sudah lama beredar. bahkan saya hanya mendengarnya melalui internet, dan belum sempat mencari album fisiknya. saya suka cerita dibalik EP nya. saya kagum akan ke-real-an suasana launching EP nya. dan saya merasa perlu minta maaf, karena terlambat untuk hanyut ke cerita Peter dan teman temannya.
dan sesaat sebelum menulis surat ini saya sempat melihat mbak menerbitkan buku yg berjudul Danur. saya benar benar ingin membaca nya. ya sekali lagi, saya memang terlambat.
dan saya sudah membaca tentang cerita teman teman masa kecil anda. Peter, William, Hansen, Hendrick dan Yanshen. mereka pasti bahagia ketika EP Story of Peter didedikasikan untuk mereka berlima, saya yakin itu. dan juga sejenak saya tersadar setelah membaca kisah singkat tentang mereka. dunia memang keras, zaman dahulu terlebih lagi. tapi mereka benar benar bisa menikmatinya dan menjalani 'hidup' mereka lagi. dan, seharusnya kita tidak perlu benar benar mengeluh tentang hidup, pasti akan selalu ada jalan lain untuk tetap menikmati hidup yg dipersembahkan Tuhan kepada kita.
sampaikan juga salam salut saya kepada mereka berlima, mbak. semoga semakin sukses :)
-surat cinta dari penggemar yg terlambat hadir-
ya mungkin saya penggemar yg terbit terlambat dari EP story of peter yg sudah lama beredar. bahkan saya hanya mendengarnya melalui internet, dan belum sempat mencari album fisiknya. saya suka cerita dibalik EP nya. saya kagum akan ke-real-an suasana launching EP nya. dan saya merasa perlu minta maaf, karena terlambat untuk hanyut ke cerita Peter dan teman temannya.
dan sesaat sebelum menulis surat ini saya sempat melihat mbak menerbitkan buku yg berjudul Danur. saya benar benar ingin membaca nya. ya sekali lagi, saya memang terlambat.
dan saya sudah membaca tentang cerita teman teman masa kecil anda. Peter, William, Hansen, Hendrick dan Yanshen. mereka pasti bahagia ketika EP Story of Peter didedikasikan untuk mereka berlima, saya yakin itu. dan juga sejenak saya tersadar setelah membaca kisah singkat tentang mereka. dunia memang keras, zaman dahulu terlebih lagi. tapi mereka benar benar bisa menikmatinya dan menjalani 'hidup' mereka lagi. dan, seharusnya kita tidak perlu benar benar mengeluh tentang hidup, pasti akan selalu ada jalan lain untuk tetap menikmati hidup yg dipersembahkan Tuhan kepada kita.
sampaikan juga salam salut saya kepada mereka berlima, mbak. semoga semakin sukses :)
-surat cinta dari penggemar yg terlambat hadir-
Sunday, 22 January 2012
day #9 - Cepat Sembuh, Daffa
selamat pagi,
kamu udah sarapan belum?udah minum susu?gimana kabar kamu pagi ini?
semoga kamu cepat sembuh ya Daffa. ga ada yg seneng ngeliat kamu terbaring lesu dengan panas yg tinggi kaya sekarang. kamu yg biasanya super riang dan super aktif cuma bisa tertunduk lemas karena sakit. apalagi kamu sampe dirawat dirumah sakit gitu, semuanya sedih loh. semuanya ga tega liat kamu diem diem gitu aja karena lemes.
kasian juga mami kamu kan, padahal dalam kurang dari 1 bulan adik kamu bakalan lahir. kasian kl sampe mami kamu kecapean juga trus jadi sakit. makanya kamu jangan males makan obat ya, jangan males makan. opa lagi dijalan tuh ngebawain titipan mami kamu.
oiya, kamu jangan suka musuhan sama opa. opa itu sayang sama Daffa. dia sering larang larang kamu kan karena itu ga baik, malah kamunya yg bilang opa jahat. oma juga udah dijalan balik dari Sumbar tuh, pasti oma bawain kamu oleh oleh kok, biar kamu seneng. oma juga sayang sama Daffa, as you know.
oma emang sering ga tega buat bilang engga ke kamu kan?makanya kamu jangan nakal nakal ya, apalagi kalau nanti udah punya adik. kamu harus jadi abang yg baik. kamu juga pasti kangen kan ya sama Uncle-ji dan aunt Farah. pasti kamu kangen main bareng mereka, ngusilin mereka. mereka juga pasti kangen kok sama kamu. uncle masih ingat banget waktu kamu manjat ke arah foto perkawinannya Uncle-ji dan aunt Farah trus ternyata kamu cium foto aunt Farah, pasti karena kamu kangen. they miss you too, surely.
anyway kalau adikmu cewe gapapa dong yaa?walaupun kamu maunya adik cowo. kamu harus tetep sayang sama dia. kamu juga harus makasih sama Tuhan. trus kamu juga bilang ya sama Tuhan buat lancarin persalinan mami kamu nantinya, uncle opa oma uncle-ji dan aunt farah juga bakalan doa biar persalinan mami kamu nanti lancar.
pokoknya kamu harus cepet sembuh yaa, bilang sama pak dokter nya Daffa mau sembuh. kamu harus mau makan obat pokoknya, dan jangan rewel. dan ini surat cinta ke dua loh untuk kamu, Daffa. yg lagi lagi mungkin masih belum bisa kamu baca.
sekali lagi, cepat sembuh Daffa. We love you *pukpuk peluk kecup*
kamu udah sarapan belum?udah minum susu?gimana kabar kamu pagi ini?
semoga kamu cepat sembuh ya Daffa. ga ada yg seneng ngeliat kamu terbaring lesu dengan panas yg tinggi kaya sekarang. kamu yg biasanya super riang dan super aktif cuma bisa tertunduk lemas karena sakit. apalagi kamu sampe dirawat dirumah sakit gitu, semuanya sedih loh. semuanya ga tega liat kamu diem diem gitu aja karena lemes.
kasian juga mami kamu kan, padahal dalam kurang dari 1 bulan adik kamu bakalan lahir. kasian kl sampe mami kamu kecapean juga trus jadi sakit. makanya kamu jangan males makan obat ya, jangan males makan. opa lagi dijalan tuh ngebawain titipan mami kamu.
oiya, kamu jangan suka musuhan sama opa. opa itu sayang sama Daffa. dia sering larang larang kamu kan karena itu ga baik, malah kamunya yg bilang opa jahat. oma juga udah dijalan balik dari Sumbar tuh, pasti oma bawain kamu oleh oleh kok, biar kamu seneng. oma juga sayang sama Daffa, as you know.
oma emang sering ga tega buat bilang engga ke kamu kan?makanya kamu jangan nakal nakal ya, apalagi kalau nanti udah punya adik. kamu harus jadi abang yg baik. kamu juga pasti kangen kan ya sama Uncle-ji dan aunt Farah. pasti kamu kangen main bareng mereka, ngusilin mereka. mereka juga pasti kangen kok sama kamu. uncle masih ingat banget waktu kamu manjat ke arah foto perkawinannya Uncle-ji dan aunt Farah trus ternyata kamu cium foto aunt Farah, pasti karena kamu kangen. they miss you too, surely.
anyway kalau adikmu cewe gapapa dong yaa?walaupun kamu maunya adik cowo. kamu harus tetep sayang sama dia. kamu juga harus makasih sama Tuhan. trus kamu juga bilang ya sama Tuhan buat lancarin persalinan mami kamu nantinya, uncle opa oma uncle-ji dan aunt farah juga bakalan doa biar persalinan mami kamu nanti lancar.
pokoknya kamu harus cepet sembuh yaa, bilang sama pak dokter nya Daffa mau sembuh. kamu harus mau makan obat pokoknya, dan jangan rewel. dan ini surat cinta ke dua loh untuk kamu, Daffa. yg lagi lagi mungkin masih belum bisa kamu baca.
sekali lagi, cepat sembuh Daffa. We love you *pukpuk peluk kecup*
day #8 - dear Mr.Conte
dear, Mr.Conte
aku menulis surat cinta kepadamu sebagai salah satu bentuk terima kasih. bentuk terima kasih yg begitu besar, ya meskipun kelak anda tidak akan mengerti apa yg tertulis disini. anda dirijen yg baik bagi sebuah tim, bagi Juventus. tim yg memiliki sejarah besar, tentu anda pernah merasakan juga sebelumnya menjadi bagian dari tim ini kan?dan pertengahan tahun lalu anda kembali lagi ke tim kesayangan rakyat Turin, tim kesayangan pencinta sepakbola dari berbagai penjuru dunia, Juventus.
musim lalu memang bukan musim yg baik bagi Juventus, musim dimana berbagai kesulitan mendera. musim dimana para fans dan tifosi mengalami krisis kepercayaan kemana mana. banyak tifosi yg mengambing hitamkan berbagai keadaan.
anda hadir bukan dengan nama besar sebagai seorang manager tim, anda memang hanya membawa nama besar sebagai mantan pemain Juve yg dulu nya sempat bersinar. anda juga awalnya membawa keraguan kepada para tifosi. hasil hasil pra-musim juga belum bisa meyakinkan kami, tifosi yg haus akan gelar dan kemenangan untuk tim yg benar benar kami cintai, Juventus.
namun sekarang krisis akan keraguan benar benar sirna. anda benar benar membawa perubahan di tim kesayangan kami ini. anda juga tidak terlalu terpatok pada sebuah nama besar pemain untuk anda jadikan sebelas pemain yg akan bertarung di lapangan hijau itu untuk merebut poin penuh. hal ini tentunya berimbas positif.para pemain benar benar berusaha menunjukkan kualitas terbaik mereka.
anda menuai banyak pujian. tidak pernah kalah dalam 6 bulan di seluruh pertandingan resmi merupakan torehan yg bagi kami luar biasa. sungguh hal yg sangat menyenangkan ketika membaca tajuk besar di media massa yg menyebutkan Juventus merupakan satu satunya tim yg belum pernah kalah di Eropa dalam seluruh pertandingan resmi.
Mr. Conte, terimakasih banyak. teruslah bersinar, pak. kami benar benar menginginkan gelar. semoga kerja keras anda dan tim membawa hasil yg baik bagi kita semua, pencinta Juventus.
aku menulis surat cinta kepadamu sebagai salah satu bentuk terima kasih. bentuk terima kasih yg begitu besar, ya meskipun kelak anda tidak akan mengerti apa yg tertulis disini. anda dirijen yg baik bagi sebuah tim, bagi Juventus. tim yg memiliki sejarah besar, tentu anda pernah merasakan juga sebelumnya menjadi bagian dari tim ini kan?dan pertengahan tahun lalu anda kembali lagi ke tim kesayangan rakyat Turin, tim kesayangan pencinta sepakbola dari berbagai penjuru dunia, Juventus.
musim lalu memang bukan musim yg baik bagi Juventus, musim dimana berbagai kesulitan mendera. musim dimana para fans dan tifosi mengalami krisis kepercayaan kemana mana. banyak tifosi yg mengambing hitamkan berbagai keadaan.
anda hadir bukan dengan nama besar sebagai seorang manager tim, anda memang hanya membawa nama besar sebagai mantan pemain Juve yg dulu nya sempat bersinar. anda juga awalnya membawa keraguan kepada para tifosi. hasil hasil pra-musim juga belum bisa meyakinkan kami, tifosi yg haus akan gelar dan kemenangan untuk tim yg benar benar kami cintai, Juventus.
namun sekarang krisis akan keraguan benar benar sirna. anda benar benar membawa perubahan di tim kesayangan kami ini. anda juga tidak terlalu terpatok pada sebuah nama besar pemain untuk anda jadikan sebelas pemain yg akan bertarung di lapangan hijau itu untuk merebut poin penuh. hal ini tentunya berimbas positif.para pemain benar benar berusaha menunjukkan kualitas terbaik mereka.
anda menuai banyak pujian. tidak pernah kalah dalam 6 bulan di seluruh pertandingan resmi merupakan torehan yg bagi kami luar biasa. sungguh hal yg sangat menyenangkan ketika membaca tajuk besar di media massa yg menyebutkan Juventus merupakan satu satunya tim yg belum pernah kalah di Eropa dalam seluruh pertandingan resmi.
Mr. Conte, terimakasih banyak. teruslah bersinar, pak. kami benar benar menginginkan gelar. semoga kerja keras anda dan tim membawa hasil yg baik bagi kita semua, pencinta Juventus.
Thursday, 19 January 2012
Day #6 - Untukmu, Hangat
hai kau, yg egois.
ini aku tulis surat cinta untukmu. atas dasar apa?atas dasar sebuah tali yg bernama keakraban.
kita dulu memang sempat akur, begitu dingin untuk saling memahami. kau menikmati peranmu, dan aku menikmati peranku. kau tidak pernah complain ketika aku lebih sering muncul. begitu pun aku, yg mempersilahkan dirimu untuk show off. kita benar benar menikmati waktu yg ada.
namun musim berputar. ego mu mengemuka. ke-egoisanmu benar benar semakin memuakkan. kau benar benar keras. enggan mengalah, benar benar tidak seperti yg aku kenal sebelumnya.
padahal aku benar benar menikmati berbagi waktu denganmu. aku sebagai pagi, kau sebagai siang, bahkan hingga senja. atau sebaliknya, kau sebagai pagi, aku mengiringi siang hingga senja, dan bahkan kau mempersilahkan ku menjadi sebuah malam yg mengiringi terlelapnya orang orang.
kenapa kita harus terus terusan seperti ini?kapan kau akan mengakui ketika orang orang sedang tidak membutuhkan dirimu?tidakkah kau sadar mereka benar benar mengeluh tentang dirimu?
padahal aku benar benar merindukan berbagi waktu denganmu. dengan dinginku, dan juga hangatmu. ya mungkin kita memang tidak akan pernah bisa benar benar berseteru. setelah sempat tidak enakan, kita selalu berbaikan setelahnya. ya, mungkin kita memang benar benar akrab. keakraban memang harus benar benar saling memahami kan?
kita akrab, dalam berbagi.
tidak seperti surat cinta?sudahlah.
ini sesungguhnya surat cinta untukmu, sang pemberi hangat, Matahari.
dari teman akrab yg mengagumimu, Hujan.
ini aku tulis surat cinta untukmu. atas dasar apa?atas dasar sebuah tali yg bernama keakraban.
kita dulu memang sempat akur, begitu dingin untuk saling memahami. kau menikmati peranmu, dan aku menikmati peranku. kau tidak pernah complain ketika aku lebih sering muncul. begitu pun aku, yg mempersilahkan dirimu untuk show off. kita benar benar menikmati waktu yg ada.
namun musim berputar. ego mu mengemuka. ke-egoisanmu benar benar semakin memuakkan. kau benar benar keras. enggan mengalah, benar benar tidak seperti yg aku kenal sebelumnya.
padahal aku benar benar menikmati berbagi waktu denganmu. aku sebagai pagi, kau sebagai siang, bahkan hingga senja. atau sebaliknya, kau sebagai pagi, aku mengiringi siang hingga senja, dan bahkan kau mempersilahkan ku menjadi sebuah malam yg mengiringi terlelapnya orang orang.
kenapa kita harus terus terusan seperti ini?kapan kau akan mengakui ketika orang orang sedang tidak membutuhkan dirimu?tidakkah kau sadar mereka benar benar mengeluh tentang dirimu?
padahal aku benar benar merindukan berbagi waktu denganmu. dengan dinginku, dan juga hangatmu. ya mungkin kita memang tidak akan pernah bisa benar benar berseteru. setelah sempat tidak enakan, kita selalu berbaikan setelahnya. ya, mungkin kita memang benar benar akrab. keakraban memang harus benar benar saling memahami kan?
kita akrab, dalam berbagi.
tidak seperti surat cinta?sudahlah.
ini sesungguhnya surat cinta untukmu, sang pemberi hangat, Matahari.
dari teman akrab yg mengagumimu, Hujan.
Tuesday, 17 January 2012
day #4 - Dari Seorang Pengagum
dear, @AlberthieneE
hai tante, selamat pagi.
sekedar perkenalan saja tante, aku salah satu followers akunmu @AlberthieneE di twitter. namaku gana.
dan sekedar pemberitahuan, ini surat cinta loh tante. percaya ga percaya aja, ini surat cinta, dari seorang yg suka menulis kagum kepada orang yg sudah sukses akan tulisannya. dan kalau boleh jujur memang aku belum pernah membaca buku tante. ya paling paling cuma tulisan tante di twitter, yg sedikit banyak memperlihatkan karakter tante.
dan itulah yg membuat saya kagum. dalam opini saya, saya melihat tante sebagai orang yg menikmati hidup, seorang penyayang binatang, sosok yg baik, yg memang pantas saya ambil banyak sisi positif dari tante dimana saya sebagai seorang anak 'muda' yg baru akan menginjak usia 17 tahun.
saya orang yg mencoba menikmati hidup saya. mengambil pelajaran darimana mana, termasuk dari akun twitter tante. karena kata papa saya, selalu ada pelajaran bagi orang orang yg mau berfikir.
surat ini saya tulis di ruang kelas, sambil menunggu guru kami memeriksa pekerjaan kami dan yg lain masih sibuk menyelesaikan tugas presentasi. semoga hari tante menyenangkan, dan selalu sukses ke depannya. sukses sebagai pribadi yg baik, saya harap saya juga begitu, tetap kagum akan sesuatu yg nantinya begitu bermanfaat bagi saya.
dari seorang pengagum,
@ktagana
hai tante, selamat pagi.
sekedar perkenalan saja tante, aku salah satu followers akunmu @AlberthieneE di twitter. namaku gana.
dan sekedar pemberitahuan, ini surat cinta loh tante. percaya ga percaya aja, ini surat cinta, dari seorang yg suka menulis kagum kepada orang yg sudah sukses akan tulisannya. dan kalau boleh jujur memang aku belum pernah membaca buku tante. ya paling paling cuma tulisan tante di twitter, yg sedikit banyak memperlihatkan karakter tante.
dan itulah yg membuat saya kagum. dalam opini saya, saya melihat tante sebagai orang yg menikmati hidup, seorang penyayang binatang, sosok yg baik, yg memang pantas saya ambil banyak sisi positif dari tante dimana saya sebagai seorang anak 'muda' yg baru akan menginjak usia 17 tahun.
saya orang yg mencoba menikmati hidup saya. mengambil pelajaran darimana mana, termasuk dari akun twitter tante. karena kata papa saya, selalu ada pelajaran bagi orang orang yg mau berfikir.
surat ini saya tulis di ruang kelas, sambil menunggu guru kami memeriksa pekerjaan kami dan yg lain masih sibuk menyelesaikan tugas presentasi. semoga hari tante menyenangkan, dan selalu sukses ke depannya. sukses sebagai pribadi yg baik, saya harap saya juga begitu, tetap kagum akan sesuatu yg nantinya begitu bermanfaat bagi saya.
dari seorang pengagum,
@ktagana
Monday, 16 January 2012
day #3 - Aku adalah Kau
hai lelaki yg sedang berpeluh keringat mengejar kereta.
bagaimana perasaanmu saat ini?kau bahkan baru saja berlari ketika kereta 20 menit lagi akan melaju pergi. hahaha kau tampak panik, peluh keringatmu semakin menebal.
lucu saja melihatmu seperti kualahan seakan akan 24 jam tidak cukup bagimu untuk meluangkan sedikit waktu, hanya untuk menyelesaikan tugas mu. padahal hanya menyusun aksara. aku bersumpah tidak akan membantumu lagi.
sudahlah, kau tidak perlu banyak memikirkan sesuatu. kau memang begitu menikmati hidup mu. tapi tetap saja kau harus menghargai waktu. jangan terlalu sering menghabiskan waktumu bermalas malasan. lakukan sesuatu kek, apapun itu.
ingat cita citamu, jangan mau dihasut setan pemalas. padahal kau seharusnya layak mendapatkan sesuatu yg lebih jika saja kau berusaha keras, seperti sekarang ini. kau nyaris saja ketinggalan kereta, kau tetap berlari dan beruaha menyelesaikan apa yg kau mulai. jangan pernah menyerah, bung.
ini dari aku, kau.
bagaimana perasaanmu saat ini?kau bahkan baru saja berlari ketika kereta 20 menit lagi akan melaju pergi. hahaha kau tampak panik, peluh keringatmu semakin menebal.
lucu saja melihatmu seperti kualahan seakan akan 24 jam tidak cukup bagimu untuk meluangkan sedikit waktu, hanya untuk menyelesaikan tugas mu. padahal hanya menyusun aksara. aku bersumpah tidak akan membantumu lagi.
sudahlah, kau tidak perlu banyak memikirkan sesuatu. kau memang begitu menikmati hidup mu. tapi tetap saja kau harus menghargai waktu. jangan terlalu sering menghabiskan waktumu bermalas malasan. lakukan sesuatu kek, apapun itu.
ingat cita citamu, jangan mau dihasut setan pemalas. padahal kau seharusnya layak mendapatkan sesuatu yg lebih jika saja kau berusaha keras, seperti sekarang ini. kau nyaris saja ketinggalan kereta, kau tetap berlari dan beruaha menyelesaikan apa yg kau mulai. jangan pernah menyerah, bung.
ini dari aku, kau.
Sunday, 15 January 2012
day #2 - Dari Sosok yang Kamu Panggil 'Uncle'
hai, kecil.
mungkin surat ini tidak akan langsung kamu baca setibanya surat ini di pangkuanmu. 90% kamu bakalan acuh dengan selembar kertas ini. bagaimana tidak, kamu masih belum bisa membaca dengan benar deretan aksara yg aku susun ini.
saat ini kamu sedang sibuk memainkan koleksi mainanmu untuk mengisi waktumu, sesekali kamu menjahili orang orang sekelilingmu yg terkadang terlalu berlebihan dan kamu dicap nakal. tapi sebenarnya aku tau, kamu ga senakal itu. kamu itu anak yg cerdas dan kreatif.
tapi siapa yg mengajarkanmu memukul dan menendang orang?dari siapa kamu dengar kata kata yg bahkan aku nyaris tidak mengatakannya?dari siapa kamu diajarkan berbicara dengan nada tinggi kepada orang yg lebih tua?
nak, sebentar lagi kamu akan mendapatkan seorang adik dan semoga Tuhan memperlancar prosesnya. kamu akan menjadi seorang kakak laki laki bagi adikmu. mau atau tidak mau, suka atau tidak suka kamu harus bisa menjadi seorang kakak yg baik. tanpa merasa cemburu ketika adikmu nanti akan mendapat perhatian yg lebih dari orang orang di sekitarmu.
aku sungguh berharap kamu benar benar menjadi anak yg baik, aku tidak meragukan kecerdasan yg ada di otakmu. ketika besar nanti kamu layak menyimpan prestasi di lemarimu, bahagiakanlah kedua orangtuamu. dan dalam rentang waktu yg tidak lama nanti, kamu harus bisa menjadi anak yg baik dan soleh, menjadi kakak yg baik.
saat kamu sudah bisa membaca surat ini, percayalah, kami orang orang di lingkunganmu yg terkadang memarahi atau terkadang membuang muka dari hadapanmu benar benar menyayangimu. menaruh harapan bahwa kamu akan menjadi sosok yg cerdas, dan tampan luar dalam tentunya.
ini untukmu calon kakak laki laki, Sapta Daffa Mulya.
-dari orang yg kamu panggil Uncle
mungkin surat ini tidak akan langsung kamu baca setibanya surat ini di pangkuanmu. 90% kamu bakalan acuh dengan selembar kertas ini. bagaimana tidak, kamu masih belum bisa membaca dengan benar deretan aksara yg aku susun ini.
saat ini kamu sedang sibuk memainkan koleksi mainanmu untuk mengisi waktumu, sesekali kamu menjahili orang orang sekelilingmu yg terkadang terlalu berlebihan dan kamu dicap nakal. tapi sebenarnya aku tau, kamu ga senakal itu. kamu itu anak yg cerdas dan kreatif.
tapi siapa yg mengajarkanmu memukul dan menendang orang?dari siapa kamu dengar kata kata yg bahkan aku nyaris tidak mengatakannya?dari siapa kamu diajarkan berbicara dengan nada tinggi kepada orang yg lebih tua?
nak, sebentar lagi kamu akan mendapatkan seorang adik dan semoga Tuhan memperlancar prosesnya. kamu akan menjadi seorang kakak laki laki bagi adikmu. mau atau tidak mau, suka atau tidak suka kamu harus bisa menjadi seorang kakak yg baik. tanpa merasa cemburu ketika adikmu nanti akan mendapat perhatian yg lebih dari orang orang di sekitarmu.
aku sungguh berharap kamu benar benar menjadi anak yg baik, aku tidak meragukan kecerdasan yg ada di otakmu. ketika besar nanti kamu layak menyimpan prestasi di lemarimu, bahagiakanlah kedua orangtuamu. dan dalam rentang waktu yg tidak lama nanti, kamu harus bisa menjadi anak yg baik dan soleh, menjadi kakak yg baik.
saat kamu sudah bisa membaca surat ini, percayalah, kami orang orang di lingkunganmu yg terkadang memarahi atau terkadang membuang muka dari hadapanmu benar benar menyayangimu. menaruh harapan bahwa kamu akan menjadi sosok yg cerdas, dan tampan luar dalam tentunya.
ini untukmu calon kakak laki laki, Sapta Daffa Mulya.
-dari orang yg kamu panggil Uncle
Subscribe to:
Posts (Atom)