Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Thursday, 5 May 2016

Bulan Malam Ini

Malam ini bulan membuka jalan pulang,
diteduhinya rimba musafir yang letih tertatih

Malam ini bulan begitu hangat,
dipeluknya sukma Hawa
dan mekarlah ladang hatinya

Malam ini bulan begitu arif,
disampaikannya jejak kerinduan tuan
Ia buka gerbang hati puan

Malam ini bulan merah jambu
Tuan dan Puan tersipu malu

Tuan musafir tak lagi kelana
Ia rebah menyandarkan lelah
Hawa tak lagi mendamba
Ia sempurna merona

Bulan merah jambu,
dua sukma bersatu

Monday, 19 August 2013

Rumah yang Bukan Lagi Aku

Ada yang janggal pada wajahmu
Arsir mukamu tidak lagi sama
Padahal aku begitu hafal gores-gores nya
Barangkali musim penghujan pada matamu merubahnya

Ada yang janggal pada bibirmu
Lekuk indah bagai bulan sabit itu tak lagi bercahaya
Padahal aku suka disinari senyummu
Barangkali awan kelabu di kepalamu meredupkan sinarnya

Namun aku tidak lihai dalam menerka-nerka
Kini Aku tau apa yang membuatku merasa janggal
Arsir mukamu, lekuk senyummu,
tidak lagi berpulang ke aku,
Rumah yang tak mampu melindungimu dari terpaan hujan

Sunday, 30 December 2012

Kinanti

Kita bisa menari-nari dengan indah dipayungi aurora di Antartika
Kita bisa menikmati spa bumi di Blue Lagoon, Reykjavik sembari bercengkrama
Atau kita bisa menaklukkan malam sembari menikmati secangkir kopi di Santa Helena
Tentunya dengan memandangi garis indah parasmu, Sayang

Kemarilah, Sayang
Aku tidak perlu langit tenang kota Paris untuk melahirkan sajak untukmu
Aku hanya perlu duduk berdua denganmu
Menikmati setiap irama jarum waktu yang berdetak

Ada debar yang berbeda ketika bersamamu
Aku menemukan bahagia pada dirimu, Sayang
Perasaan bahagia saat bersamamu adalah sajak terindah
Ia berbicara melalui hati

Saling menyalingkan rasa
Meruntuhkan gulita nestapa
Hanya ada kita
Mencumbu semesta tanpa takut pada kehilangan

diiringi lantunan merdu Katjie & Piering - Kinanti