Showing posts with label #ocehan. Show all posts
Showing posts with label #ocehan. Show all posts

Wednesday, 17 July 2013

Baur, Daur.

Hidup sedang nikmat-nikmatnya, meminta untuk benar-benar dinikmati. Jarum grafik sudah siap untuk naik turun, memberi sedikit turbulensi. Bersiap untuk masuk ke zona baru. Menggambar ulang zona aman di tempat baru. Bersiap menghadapi kehilangan-kehilangan sementara. Bertemu orang-orang baru. Berbaur lagi. Mendaur hidup lagi. Meski kelak akan dihadapkan pada kehilangan-kehilangan lainnya.

*sebuah kontemplasi setelah menikmati Daur Baur milik pemusik yang menamai diri mereka Pandai Besi*

Sunday, 17 March 2013

Menyederhanakan Mimpi


Aku ingin menyederhanakan mimpi-mimpiku. Sederhana layaknya senja; sederhana dan indah. Aku ingin menyederhanakan mimpiku. Duduk dan bercengkrama suka ria tanpa ada beban bersama orang-orang yang pernah membuatku bahagia.
Aku ingin menyederhanakan mimpiku.
Mereka bilang aku boleh bermimpi setinggi-tingginya. Dan aku disini, terus bermimpi dengan sederhana.

Thursday, 13 September 2012

kepada malam, yang tak kunjung padam

kepada malam yang kelam;
rongga-rongga otaknya telah lelah kau permainkan.
kepada malam yang kelam;
nafasnya terengah, lelah, pandangannya buram.

kepada malam yang ranum;
sepasang bola matanya lelah mematung, hanyut dalam lamun.
kepada malam yang ranum;
kerongkongannya kering meneriaki sebuah bisu.

kepada malam yang penuh enggan, lihatlah; ia kelelahan berjibaku melawan kelam mu, penuh kesesakan. biarkan rongga-rongga otaknya berhenti berlari, biarkan ia menghirup bebas, beri lah lelap kepada sepasang mata yang berkantung kelam itu, biarkan ia menengguk segelas kebahagiaan.
lepas dari cekaman dingin dan penuh keresahan. gelisah. ia lelah.

Tuesday, 14 August 2012

Malam yang Enggan

seberapa sulit untuk terpejam? sulit. sepasang kelopak mata ini enggan terpejam. insomnia, kata mereka.
atau karena kafein?


tapi secangkir kafein hanyalah cangkir yang terlalu manis untuk menjadi tersangka. kafein mampu memberi romansa romansa indah pada sebuah malam yang larut. kafein juga tak melulu sendu, karena kita tidak selamanya menyeduh sebuah sendu.
kafein itu teman terbaik untuk sebuah malam.

lalu, dongeng apa yang cocok untuk meniduri sepasang kelopak mata yang sudah tidak berukuran wajar? romansa lagi? kita mungkin sudah bosan akan dongeng-dongeng yang itu-itu saja.

sajak apa yang harus kita dendangkan lagi? elegi? kita tidak perlu meresapi elegi sampai mati.

ah, sudahlah. malam mungkin hanya berkonspirasi untuk mencumbu rongga rongga otakku. menuangkan isi tiap tiap sudut otak ini.
malam enggan berlalu begitu cepat pada sepasang mata ini.

Saturday, 21 July 2012

Perca yang Tak Terselesaikan

Hangat matahari membangunkanku, masih di ruangan biasanya. Ruangan berwangikan cat minyak, berhiaskan noda cat tumpah, dan juga bau tembakau sisa semalam, juga kanvas yang belum kuselesaikan. Kanvas yang selalu kuisi dengan abstraksi, memberi warna sesukanya. Seperti warna hijau untuk langit, dan magenta untuk daun daun yang gugur.

Seperti halnya dalam wayang, aku adalah seorang dalang. Melukis bukan hasil sebuah dikte dari segelintir nada minor. Melukis itu mendalangi satu kesatuan warna, mewujudkan fantasi fantasi liar. Hasil dari sebuah lukisan bukan sebatas gambar mati. Hasilnya memiliki sebuah alur cerita tersendiri. Ada skrip yang tak terbaca dibaliknya. Ada skrip dimana kita tidak harus benar benar mengerti.

Ada sebuah skrip dimana aku gagal menaklukkan ceritanya, kanvas ini hanya sebuah kanvas dengan kumpulan kumpulan warna yang ditumpuk dan bolong tak berwarna di bagian tengah.
Layaknya menyusun perca, aku kehabisan benang. Perca yang tak terselesaikan.


abstrak.
salah satu skrip yang tidak perlu kalian pahami.

Sunday, 6 May 2012

aku belajar untuk tidak percaya. tetapi tuhan memaksaku percaya, ini bukan bias biasa.

Wednesday, 21 March 2012

putar ulang percakapan kita, kau akan tau apa artinya

aku menjalani hari untuk mengingatnya kembali,
menertawakannya lagi.
aku menjalani hari untuk mengenangya kembali,
sebagai cerminan sebuah usaha.
aku menjalani hari untuk direkam di memori,
dan melihatnya lagi sebagai sebuah kisah klasik.

sahabat lama,
tokoh tokoh yg mengisi peran bersama di skenario Tuhan.
perwatakan yg tepat untuk menertawakan kembali hidup.
sekedar melepas beban, melupakan waktu, tertawa sepanjang hari.

sahabat, lakon yg diciptakan tuhan untuk mengisi panggung hidup bersama.
putar lagi rekaman kita, dan kita akan mengerti pelajaran apa yg diberikan Tuhan kepada kita, tokoh tokoh yg banyak disebut 'sahabat'.

Thursday, 8 March 2012

tabu bertamu

pagi tabu,
saat kelopak mata seakan penuh debu
otak dan hati masih membisu
tak ada hal baru

pagi tabu,
saat surat kabar tak lebih dari calon penghuni keranjang sampah
secangkir teh yg tidak bersahabat
dan perut meneriaki tuannya, mengemis sepotong roti

aneh, ketika karakter protagonis diberkahi jiwa antagonis
kemudian skenario berubah tanpa sebab
si antagonis menebar nelangsa ke protagonis
memaksa menjalani skenario muram

tabu, memberi bisu, menebar suram

Sunday, 1 January 2012

non, je ne regrette rien

non je ne regrette rien.
selamat berganti nominal menjadi 2012. semoga kelak kita tidak mudah kadaluarsa, ataupun dikadaluarsai.
tidak perlu penyesalan untuk apa yg terjadi. everything's still the same.
semoga nantinya semakin banyak orang orang hebat yg mampir untuk menjadi kisah yg menarik.

non, je ne regrette rien. lagu terkenal dari Edith Piaf, bernuansa klasik.
dibumbui lirik penuh makna, sesungguhnya kita tidak butuh penyesalan.

well, selamat tahun baru semuanya.

Friday, 18 November 2011

monolog

"aku tak pernah mengerti apa yang mereka mereka fikirkan. secangkir kopi hangat?senja yg indah?cita cita?citra?bersembunyi dari fakta?apakah mereka masih tetap memikirkannya ketika dentuman detik mulai melambat dan berhenti?ketika senja benar benar memudar, cita cita hanya fatamorgana, citra sudah dikadaluarsai tanggalnya, dan tempat bersembunyi sudah tak mampu menutupi busuknya. untuk apa mereka memikirkannya?untuk apa?apa mereka sekumpulan orang dungu dengan pemikiran yang begitu dangkal?semoga isi otaknya kadaluarsa lebih cepat dari tanggal yg tertulis di balik kemasannya."

obrolan hangat dengan tembok

Tuesday, 25 October 2011

anakmu sudah cukup dewasa untuk mengatur waktunya, ma.
I do love you.

Wednesday, 24 August 2011

permainan Tuhan

aku percaya, selalu ada keinginan untuk meredakan sesak sesak yg kalian endap. saling memaafkan dan ikhlas mampu mempermudah langkah langkah di permainan Tuhan yg kita jalani, naik ke level selanjutnya. disana ada tingkat kesulitan yg lebih pelik. tenggaklah ilmu dari level sebelumnya. this game wont be so easy.

Thursday, 28 July 2011

minor dalam minoritas

aku minor di mata minoritas
lebih minor dari yg minor
layaknya mimpi dalam mimpi
aku tak butuh insepsi

aku tetap pada jalanku
menjadi diriku
aku tau apa yg kujalani
minor di mata minoritas buka halangan

lawanku hanya egomu, egonya
ego kalian
aku tak perlu merubah diriku untuk melawan gelapnya kalian, yg juga minor di mataku yg kalian anggap minor. minor dalam minoritas, aku takkan goyah.