Friday, 11 February 2011

day #26; Untuk Negeriku

untuk gejolak negeriku

untuk kalian,
kalian kalian yg begitu sensitive
kalian kalian yg seakan masih dibelenggu alam jahiliyah
kalian yg mudah diprovokasi teriakan iblis

hentikan semua perpecahan
kalian bukan tuhan,
yg berhak menentukan hidup-mati seseorang
kalian tidak berhak membunuh yg berbeda

jangan pernah menganggap diri kalian paling suci
dan yg berbeda paham kau sebut jalang
kita tidak butuh keseragaman,
kita hanya butuh kedewasaan

kedewasaan yg menyulut kedamaian
kedewasaan menentukan mana yg pantas dan tak pantas
demi negeri ini, hentikanlah kebodohan ini

dan untuk engkau yg enggan turun
dan bahkan berusaha tetap di atas
dengarlah teriakan teriakan ini
citramu sebusuk faktamu
enyahlah dari singgasana itu

turunlah, dan hentikanlah semua perpecahan. sekali lagi, negeri ini tidak butuh keseragaman. Bhinneka Tunggal Ika..

Tuesday, 8 February 2011

day #25; My 16, My 8

yap, surat ini untuk kalian.
kalian yg meluangkan sebagian kecil rongga otaknya untuk menulis sesuatu untukku.
tulisan berisi pengharapan untukku.
kalian yg hebat, kalian yg mungkin lebih dariku.

terima kasih.
terimakasih untuk semua ucapannya.
terimakasih untuk doanya.
terimakasih untuk semuanya,
dan mungkin lebih special untuk yg nuangin creativity nya :p

you're great, thank you very much, guys !

day #24; I'm dark

untuk fikiran yg kian bercabang
untuk pengharapan yg tak memberikan sinar
untuk segala jeritan iblis didalam diri
untuk secangkir melati yg tak lagi hangat,
aku ingin bebas. aku ingin tenang. aku ingin keceriaan.

Saturday, 5 February 2011

day #23, Nona Misterius

hari semakin tua, pikiranku sedikit se sembrawut orang usia tua pasca tinggalnya gitar di aula sekolah. sudahlah, kalau memang rezeki ku guitar itu takkan pergi ke tangan yg lain.

anyway, aku ingin sedikit berbagi denganmu, nona misterius. bukan karena identitas luar, tapi identitas dalam-mu. bagaimana kabar cangkir kafeinmu? semoga kemisteriusan cangkir itu tetap saja sangat berbobot, walau ambigu sekalipun.

langit siang beberapa hari belakangan sudah tak sesejuk langit minggu lalu. cangkirku ikut mati rasa. aku tak lihai menggabungkan hangat dengan hangat. tapi kau, masih saja selalu menyuguhkan cangkir yg spektakuler, dan tetap pada kemisteriusanmu.

tetaplah menjadi penyuguh kegelapan, nona. meski terik sekalipun, gelapkanlah dengan cangkirmu.

day #22; Kafein Kalengan

kafein kalengan gagal
gagal membuatku larut dengannya
aku tetap melayang diduniaku,
dengan kelelahan dan kejenuhan

hingga akhirnya aku termakan kelelahan
tanpa meninggalkan pesan
hanya selembar kertas kosong
tanpa tulisan, tanpa makna
dan hilang begitu saja, di hari ke 22

Thursday, 3 February 2011

day #21; Untuk Juventini

aku yg sekarang siswa kelas 1 SMA, masih mengenggam nama Juventus, klub yg pertama kali memperkenalkan aku ke dunia sepakbola international. Alessandro Delpiero, sosok yg memperkenalkanku kepada kapten sebenarnya, selain dari serial kartun Captain Tsubasa. saat itu aku masih kelas 2 SD. ya, kurang lebih 8 tahun saya tetap mengemban nama Juventini.

kurang lebih 8 tahun, banyak masa masa yg dilalui Juventus. Masa jaya, terpuruk, tersandung calciopoli, pemain yg diandalkan pergi dll. namun entah mengapa aku tetap tak gentar mendukung Juventus. aku tak ingin munafik, memang tak pelak rasa kecewa meradang di dada ini, namun setelahnya aku sadar, para pemain juga tak menginginkan kekalahan itu. mereka telah berusaha sebisa mereka.

dan untuk Juventini di luar sana yg sedang diselimuti kekecewaan akan kritis kemenangan Juve, jangan terlalu berlarut. klub ini punya sejarah yg bagus, jangan gentar. masa yg lebih suram pernah kita lalui di masa lalu. saat terjerumus di serie-B, supporter sekutu menghina hina kita. sekarang toh kita masih berkutat di serie-A, jangan pernah gentar mendukung si Nyonya Tua.

tentang transfer, mungkin banyak yg berpandangan Juve pelit dalam pembelanjaan pemain. tapi percayalah, mengatur keuangan klub yg sesuai dengan peraturan serie-a bukan perkara gampang. kita bersyukur tidak ngalami krisis yg pernah dialami Roma atau Fiorentina dulu.

apapun torehannya, apapun yg terjadi, yakinilah kita tidak salah jalan sebagai Juventini. Kita Juventini sampai akhir. Juventini sejati, yg selalu mendukung Juventus, dalam suka ataupun duka.

Forza Juve !

Wednesday, 2 February 2011

day #20; Dimensi yang Lain

untuk kekasihku, di dimensi yg lain.

kita adalah sepasang, sebelah tulang rusukmu ditemani sebelah tulang rusukku. sebuah penawar racunmu, ditemani penawar racunku. berdua, kita menghangatkan di kesejukan. berdua, kita menyejukkan dalam kegerahan.

aku senang berbagi denganmu. semuanya. mulai dari cangkir hangat, sepiring snack, tawa, mawar, bahkan racun kita bagi bersama dalam senyuman suka. disini, kita tak retak oleh kegundahan dunia yg lain. disini, adalah tempatku.

aku senang saat kita menelusuri taman bunga yg begitu indah itu, jemarimu menyatu dengan jemariku. tawamu juga begitu indah bagiku. bisa aku sebut sebagai the sweetest silence breaker.


duniaku yg lain, dimensi yg berbeda, yaitu dunia imajinasi. aku yg menulis ceritanya, dengan kau inspirasinya, kau pemeran utamanya, dan kau sumber setiap katanya.

day #19

surat kadaluarsa. surat yg tak terkirim. inilah dia, surat ke 19. yg mati dalam kesibukan pelajar. mati bersama kejenuhan, dimakan setan yg berpesta. surat tak terkirim, biarlah. biarlah surat ini tak terjamah maknanya. biarlah surat ini mati, tak berparas lagi, berkarat di tumpukan besi. lalu hilang