Sunday, 9 October 2011

harapan seorang bocah

follow the street, follow the lampline.
aku terus mengikuti liukan jalanan yg panjang. menikmati gelap malam sambil terus mengikuti cahaya lampu jalanan yang menjadi penunjuk jalan.
terus berjalan, melupakan rasa penat yg membebani pundak.

come to the garden where they all will gather.
ah, tamannya sudah terlihat. aku bisa mengistirahatkan tubuhku sejenak. dunia terlalu keras bagi tubuh kecilku.

loosing conscious, loosing all the daydream.
kesadaranku perlahan melayang layang, hilang. semua angan angan yg ku gambarkan di langit saat bumi begitu terang benderang dan terik perlahan juga menghilang.

the street is empty tonight. we are going to consume all the daylight.
jalanan sudah kosong. tak ada lagi pembaca surat kabar. kini, hanya kami gerombolan bocah yg mengonsumsi terang bulan dan lampu jalanan. di bawah remang lampu jalanan, kami memejamkan mata. berharap ada yg menjadikan kami sosok berharga.

hanya berharap nominal yang lebih besar untuk setiap eksamplar yg kami jual.
hanya berharap bisa menjadi seperti mereka mereka,
sosok seusiaku yg menikmati remang lampu jalanan dengan kain tebal membungkus tubuhnya dan sesosok tinggi besar memberi kasih sayang.
menikmati makanan enak, tidur di kasur empuk.

the street is empty tonight.
saatnya aku tidur, dengan segala harapan.

(mengkonversikan konsep Melancholic Bitch - the street)

Saturday, 1 October 2011

lari..

mimpi indah berlalu begitu cepat tanpa jejak. penglihatan tersuramkan detak jantung yang semakin mengencang.
keringat pun mengucur. membasahi raut wajah yang seakan menyimpan banyak pertanyaan.
terbangun dengan perasaan yang hanya merasakan kematian semakin dekat. harus berlari jauh dari komplotan komplotan pembunuh dengan beribu siasat nya.

detak jantung mengencang.
fikiran tak fokus.
keringat tak henti mengucur.

seakan tak ada titik terang yang hadir. semua tampak begitu gelap di tengah gemerlap yang akan muncul di akhir hembusan nafas ini.

nafas tak teratur, fikiran penuh akan tekanan. derap langkah kaki di luar sana semakin menekan. terus menekan, hingga sesak.

haruskah keluar dari kenyataan yang begitu menekan ini?pikiran dicumbui rasa gelisah.
ayolah, aku hanya penumpang. tak perlu tertekan dengan semua ego dan kemunafikan di luar sana.

haruskah aku lari, dan terus berlari dengan semua kegelisahan ini hanya karena ego dan fanatisme dangkal?

melarikan fikiran dengan detak kegelisahan angels and airwaves-anxiety

Wednesday, 24 August 2011

permainan Tuhan

aku percaya, selalu ada keinginan untuk meredakan sesak sesak yg kalian endap. saling memaafkan dan ikhlas mampu mempermudah langkah langkah di permainan Tuhan yg kita jalani, naik ke level selanjutnya. disana ada tingkat kesulitan yg lebih pelik. tenggaklah ilmu dari level sebelumnya. this game wont be so easy.

Saturday, 30 July 2011

Marhaban ya Ramadhan

tidak ada hal yg lebih tepat untuk menyambut bulan yg Suci ini selain bersuka ria dan mensucikan hati dan jiwa dengan saling memaafkan. mohon maaf atas segala tutur kata yg diluar garis kewajaran. mohon maaf atas moral ataupun etika yg tak dapat diterima. manusia takkan lepas dari kata khilaf. mohon maaf atas segalanya, bloggers.
Happy Fasting all, Marhaban ya Ramadhan.

Thursday, 28 July 2011

minor dalam minoritas

aku minor di mata minoritas
lebih minor dari yg minor
layaknya mimpi dalam mimpi
aku tak butuh insepsi

aku tetap pada jalanku
menjadi diriku
aku tau apa yg kujalani
minor di mata minoritas buka halangan

lawanku hanya egomu, egonya
ego kalian
aku tak perlu merubah diriku untuk melawan gelapnya kalian, yg juga minor di mataku yg kalian anggap minor. minor dalam minoritas, aku takkan goyah.

Monday, 25 July 2011

welcome, principessa


let's spread our smile together. share this cup of life. killing each other in a simple romantic conversation. get drunk of our words. then die in a grace.
welcome, princess. let's share this cup.
thank you for joining,
il principessa.

Sunday, 26 June 2011

Duduk tertegun
Menatap ke ruang kelam
Pikiran melayang
Tatapan tajam

Aku terus duduk
Berusaha menciptakan ruang hangat
Untuk sajak sajak manis yg siap dituang
Lalu kita cerna dalam nikmat dunia

Aku berlari lari
Di dalam ruang mimpi
Terus menikmati hari
Dalam dimensi mimpi

Jika pohon yg rindang hanya ada dalam mimpi,
Aku selalu ingin bersumpah.
Bersumpah untuk tak ingin bangun,
Enggan menenggak fakta,
Pohon sudah tak rindang lagi.

Andai detik itu tidak bergerak, pembicaraan kita kan tetap hangat dalam cangkirnya, diteduhi pohon rindang.

Mengumandangkan #melancholicbitch, my feeling for you*

Tuesday, 21 June 2011

death poem

-sajak yg terlambat masuk ke buku, hadir di akhir pekan yg tua-

You're a bow to my violin
A bow for the funeral songs
A deadly song
A deadly tune

You're the complex one
On every single simple things
When I know, I fall to the wrong one
Fall, die, on a deep bloody sea

Gesekan tak bernada
Diam dengan utuh
Lenyapkan detak dada
Darah berserak kumuh

Kembali hanya bisa diam
Dengan tatapan kosong
Mengambang diatas darah
Mati.
Kau, pembunuh...

"A Bow to My Violin-Hollywood Nobody"