"aku tak pernah mengerti apa yang mereka mereka fikirkan. secangkir kopi hangat?senja yg indah?cita cita?citra?bersembunyi dari fakta?apakah mereka masih tetap memikirkannya ketika dentuman detik mulai melambat dan berhenti?ketika senja benar benar memudar, cita cita hanya fatamorgana, citra sudah dikadaluarsai tanggalnya, dan tempat bersembunyi sudah tak mampu menutupi busuknya. untuk apa mereka memikirkannya?untuk apa?apa mereka sekumpulan orang dungu dengan pemikiran yang begitu dangkal?semoga isi otaknya kadaluarsa lebih cepat dari tanggal yg tertulis di balik kemasannya."
obrolan hangat dengan tembok
Friday, 18 November 2011
Sunday, 9 October 2011
harapan seorang bocah
follow the street, follow the lampline.
aku terus mengikuti liukan jalanan yg panjang. menikmati gelap malam sambil terus mengikuti cahaya lampu jalanan yang menjadi penunjuk jalan.
terus berjalan, melupakan rasa penat yg membebani pundak.
come to the garden where they all will gather.
ah, tamannya sudah terlihat. aku bisa mengistirahatkan tubuhku sejenak. dunia terlalu keras bagi tubuh kecilku.
loosing conscious, loosing all the daydream.
kesadaranku perlahan melayang layang, hilang. semua angan angan yg ku gambarkan di langit saat bumi begitu terang benderang dan terik perlahan juga menghilang.
the street is empty tonight. we are going to consume all the daylight.
jalanan sudah kosong. tak ada lagi pembaca surat kabar. kini, hanya kami gerombolan bocah yg mengonsumsi terang bulan dan lampu jalanan. di bawah remang lampu jalanan, kami memejamkan mata. berharap ada yg menjadikan kami sosok berharga.
hanya berharap nominal yang lebih besar untuk setiap eksamplar yg kami jual.
hanya berharap bisa menjadi seperti mereka mereka,
sosok seusiaku yg menikmati remang lampu jalanan dengan kain tebal membungkus tubuhnya dan sesosok tinggi besar memberi kasih sayang.
menikmati makanan enak, tidur di kasur empuk.
the street is empty tonight.
saatnya aku tidur, dengan segala harapan.
(mengkonversikan konsep Melancholic Bitch - the street)
aku terus mengikuti liukan jalanan yg panjang. menikmati gelap malam sambil terus mengikuti cahaya lampu jalanan yang menjadi penunjuk jalan.
terus berjalan, melupakan rasa penat yg membebani pundak.
come to the garden where they all will gather.
ah, tamannya sudah terlihat. aku bisa mengistirahatkan tubuhku sejenak. dunia terlalu keras bagi tubuh kecilku.
loosing conscious, loosing all the daydream.
kesadaranku perlahan melayang layang, hilang. semua angan angan yg ku gambarkan di langit saat bumi begitu terang benderang dan terik perlahan juga menghilang.
the street is empty tonight. we are going to consume all the daylight.
jalanan sudah kosong. tak ada lagi pembaca surat kabar. kini, hanya kami gerombolan bocah yg mengonsumsi terang bulan dan lampu jalanan. di bawah remang lampu jalanan, kami memejamkan mata. berharap ada yg menjadikan kami sosok berharga.
hanya berharap nominal yang lebih besar untuk setiap eksamplar yg kami jual.
hanya berharap bisa menjadi seperti mereka mereka,
sosok seusiaku yg menikmati remang lampu jalanan dengan kain tebal membungkus tubuhnya dan sesosok tinggi besar memberi kasih sayang.
menikmati makanan enak, tidur di kasur empuk.
the street is empty tonight.
saatnya aku tidur, dengan segala harapan.
(mengkonversikan konsep Melancholic Bitch - the street)
Saturday, 1 October 2011
lari..
mimpi indah berlalu begitu cepat tanpa jejak. penglihatan tersuramkan detak jantung yang semakin mengencang.
keringat pun mengucur. membasahi raut wajah yang seakan menyimpan banyak pertanyaan.
terbangun dengan perasaan yang hanya merasakan kematian semakin dekat. harus berlari jauh dari komplotan komplotan pembunuh dengan beribu siasat nya.
detak jantung mengencang.
fikiran tak fokus.
keringat tak henti mengucur.
seakan tak ada titik terang yang hadir. semua tampak begitu gelap di tengah gemerlap yang akan muncul di akhir hembusan nafas ini.
nafas tak teratur, fikiran penuh akan tekanan. derap langkah kaki di luar sana semakin menekan. terus menekan, hingga sesak.
haruskah keluar dari kenyataan yang begitu menekan ini?pikiran dicumbui rasa gelisah.
ayolah, aku hanya penumpang. tak perlu tertekan dengan semua ego dan kemunafikan di luar sana.
haruskah aku lari, dan terus berlari dengan semua kegelisahan ini hanya karena ego dan fanatisme dangkal?
melarikan fikiran dengan detak kegelisahan angels and airwaves-anxiety
keringat pun mengucur. membasahi raut wajah yang seakan menyimpan banyak pertanyaan.
terbangun dengan perasaan yang hanya merasakan kematian semakin dekat. harus berlari jauh dari komplotan komplotan pembunuh dengan beribu siasat nya.
detak jantung mengencang.
fikiran tak fokus.
keringat tak henti mengucur.
seakan tak ada titik terang yang hadir. semua tampak begitu gelap di tengah gemerlap yang akan muncul di akhir hembusan nafas ini.
nafas tak teratur, fikiran penuh akan tekanan. derap langkah kaki di luar sana semakin menekan. terus menekan, hingga sesak.
haruskah keluar dari kenyataan yang begitu menekan ini?pikiran dicumbui rasa gelisah.
ayolah, aku hanya penumpang. tak perlu tertekan dengan semua ego dan kemunafikan di luar sana.
haruskah aku lari, dan terus berlari dengan semua kegelisahan ini hanya karena ego dan fanatisme dangkal?
melarikan fikiran dengan detak kegelisahan angels and airwaves-anxiety
Wednesday, 24 August 2011
permainan Tuhan
aku percaya, selalu ada keinginan untuk meredakan sesak sesak yg kalian endap. saling memaafkan dan ikhlas mampu mempermudah langkah langkah di permainan Tuhan yg kita jalani, naik ke level selanjutnya. disana ada tingkat kesulitan yg lebih pelik. tenggaklah ilmu dari level sebelumnya. this game wont be so easy.
Saturday, 30 July 2011
Marhaban ya Ramadhan
tidak ada hal yg lebih tepat untuk menyambut bulan yg Suci ini selain bersuka ria dan mensucikan hati dan jiwa dengan saling memaafkan. mohon maaf atas segala tutur kata yg diluar garis kewajaran. mohon maaf atas moral ataupun etika yg tak dapat diterima. manusia takkan lepas dari kata khilaf. mohon maaf atas segalanya, bloggers.
Happy Fasting all, Marhaban ya Ramadhan.
Happy Fasting all, Marhaban ya Ramadhan.
Thursday, 28 July 2011
minor dalam minoritas
aku minor di mata minoritas
lebih minor dari yg minor
layaknya mimpi dalam mimpi
aku tak butuh insepsi
aku tetap pada jalanku
menjadi diriku
aku tau apa yg kujalani
minor di mata minoritas buka halangan
lawanku hanya egomu, egonya
ego kalian
aku tak perlu merubah diriku untuk melawan gelapnya kalian, yg juga minor di mataku yg kalian anggap minor. minor dalam minoritas, aku takkan goyah.
lebih minor dari yg minor
layaknya mimpi dalam mimpi
aku tak butuh insepsi
aku tetap pada jalanku
menjadi diriku
aku tau apa yg kujalani
minor di mata minoritas buka halangan
lawanku hanya egomu, egonya
ego kalian
aku tak perlu merubah diriku untuk melawan gelapnya kalian, yg juga minor di mataku yg kalian anggap minor. minor dalam minoritas, aku takkan goyah.
Monday, 25 July 2011
welcome, principessa
Subscribe to:
Posts (Atom)
