dear, Mr.Conte
aku menulis surat cinta kepadamu sebagai salah satu bentuk terima kasih. bentuk terima kasih yg begitu besar, ya meskipun kelak anda tidak akan mengerti apa yg tertulis disini. anda dirijen yg baik bagi sebuah tim, bagi Juventus. tim yg memiliki sejarah besar, tentu anda pernah merasakan juga sebelumnya menjadi bagian dari tim ini kan?dan pertengahan tahun lalu anda kembali lagi ke tim kesayangan rakyat Turin, tim kesayangan pencinta sepakbola dari berbagai penjuru dunia, Juventus.
musim lalu memang bukan musim yg baik bagi Juventus, musim dimana berbagai kesulitan mendera. musim dimana para fans dan tifosi mengalami krisis kepercayaan kemana mana. banyak tifosi yg mengambing hitamkan berbagai keadaan.
anda hadir bukan dengan nama besar sebagai seorang manager tim, anda memang hanya membawa nama besar sebagai mantan pemain Juve yg dulu nya sempat bersinar. anda juga awalnya membawa keraguan kepada para tifosi. hasil hasil pra-musim juga belum bisa meyakinkan kami, tifosi yg haus akan gelar dan kemenangan untuk tim yg benar benar kami cintai, Juventus.
namun sekarang krisis akan keraguan benar benar sirna. anda benar benar membawa perubahan di tim kesayangan kami ini. anda juga tidak terlalu terpatok pada sebuah nama besar pemain untuk anda jadikan sebelas pemain yg akan bertarung di lapangan hijau itu untuk merebut poin penuh. hal ini tentunya berimbas positif.para pemain benar benar berusaha menunjukkan kualitas terbaik mereka.
anda menuai banyak pujian. tidak pernah kalah dalam 6 bulan di seluruh pertandingan resmi merupakan torehan yg bagi kami luar biasa. sungguh hal yg sangat menyenangkan ketika membaca tajuk besar di media massa yg menyebutkan Juventus merupakan satu satunya tim yg belum pernah kalah di Eropa dalam seluruh pertandingan resmi.
Mr. Conte, terimakasih banyak. teruslah bersinar, pak. kami benar benar menginginkan gelar. semoga kerja keras anda dan tim membawa hasil yg baik bagi kita semua, pencinta Juventus.
Sunday, 22 January 2012
Thursday, 19 January 2012
Day #6 - Untukmu, Hangat
hai kau, yg egois.
ini aku tulis surat cinta untukmu. atas dasar apa?atas dasar sebuah tali yg bernama keakraban.
kita dulu memang sempat akur, begitu dingin untuk saling memahami. kau menikmati peranmu, dan aku menikmati peranku. kau tidak pernah complain ketika aku lebih sering muncul. begitu pun aku, yg mempersilahkan dirimu untuk show off. kita benar benar menikmati waktu yg ada.
namun musim berputar. ego mu mengemuka. ke-egoisanmu benar benar semakin memuakkan. kau benar benar keras. enggan mengalah, benar benar tidak seperti yg aku kenal sebelumnya.
padahal aku benar benar menikmati berbagi waktu denganmu. aku sebagai pagi, kau sebagai siang, bahkan hingga senja. atau sebaliknya, kau sebagai pagi, aku mengiringi siang hingga senja, dan bahkan kau mempersilahkan ku menjadi sebuah malam yg mengiringi terlelapnya orang orang.
kenapa kita harus terus terusan seperti ini?kapan kau akan mengakui ketika orang orang sedang tidak membutuhkan dirimu?tidakkah kau sadar mereka benar benar mengeluh tentang dirimu?
padahal aku benar benar merindukan berbagi waktu denganmu. dengan dinginku, dan juga hangatmu. ya mungkin kita memang tidak akan pernah bisa benar benar berseteru. setelah sempat tidak enakan, kita selalu berbaikan setelahnya. ya, mungkin kita memang benar benar akrab. keakraban memang harus benar benar saling memahami kan?
kita akrab, dalam berbagi.
tidak seperti surat cinta?sudahlah.
ini sesungguhnya surat cinta untukmu, sang pemberi hangat, Matahari.
dari teman akrab yg mengagumimu, Hujan.
ini aku tulis surat cinta untukmu. atas dasar apa?atas dasar sebuah tali yg bernama keakraban.
kita dulu memang sempat akur, begitu dingin untuk saling memahami. kau menikmati peranmu, dan aku menikmati peranku. kau tidak pernah complain ketika aku lebih sering muncul. begitu pun aku, yg mempersilahkan dirimu untuk show off. kita benar benar menikmati waktu yg ada.
namun musim berputar. ego mu mengemuka. ke-egoisanmu benar benar semakin memuakkan. kau benar benar keras. enggan mengalah, benar benar tidak seperti yg aku kenal sebelumnya.
padahal aku benar benar menikmati berbagi waktu denganmu. aku sebagai pagi, kau sebagai siang, bahkan hingga senja. atau sebaliknya, kau sebagai pagi, aku mengiringi siang hingga senja, dan bahkan kau mempersilahkan ku menjadi sebuah malam yg mengiringi terlelapnya orang orang.
kenapa kita harus terus terusan seperti ini?kapan kau akan mengakui ketika orang orang sedang tidak membutuhkan dirimu?tidakkah kau sadar mereka benar benar mengeluh tentang dirimu?
padahal aku benar benar merindukan berbagi waktu denganmu. dengan dinginku, dan juga hangatmu. ya mungkin kita memang tidak akan pernah bisa benar benar berseteru. setelah sempat tidak enakan, kita selalu berbaikan setelahnya. ya, mungkin kita memang benar benar akrab. keakraban memang harus benar benar saling memahami kan?
kita akrab, dalam berbagi.
tidak seperti surat cinta?sudahlah.
ini sesungguhnya surat cinta untukmu, sang pemberi hangat, Matahari.
dari teman akrab yg mengagumimu, Hujan.
Tuesday, 17 January 2012
day #4 - Dari Seorang Pengagum
dear, @AlberthieneE
hai tante, selamat pagi.
sekedar perkenalan saja tante, aku salah satu followers akunmu @AlberthieneE di twitter. namaku gana.
dan sekedar pemberitahuan, ini surat cinta loh tante. percaya ga percaya aja, ini surat cinta, dari seorang yg suka menulis kagum kepada orang yg sudah sukses akan tulisannya. dan kalau boleh jujur memang aku belum pernah membaca buku tante. ya paling paling cuma tulisan tante di twitter, yg sedikit banyak memperlihatkan karakter tante.
dan itulah yg membuat saya kagum. dalam opini saya, saya melihat tante sebagai orang yg menikmati hidup, seorang penyayang binatang, sosok yg baik, yg memang pantas saya ambil banyak sisi positif dari tante dimana saya sebagai seorang anak 'muda' yg baru akan menginjak usia 17 tahun.
saya orang yg mencoba menikmati hidup saya. mengambil pelajaran darimana mana, termasuk dari akun twitter tante. karena kata papa saya, selalu ada pelajaran bagi orang orang yg mau berfikir.
surat ini saya tulis di ruang kelas, sambil menunggu guru kami memeriksa pekerjaan kami dan yg lain masih sibuk menyelesaikan tugas presentasi. semoga hari tante menyenangkan, dan selalu sukses ke depannya. sukses sebagai pribadi yg baik, saya harap saya juga begitu, tetap kagum akan sesuatu yg nantinya begitu bermanfaat bagi saya.
dari seorang pengagum,
@ktagana
hai tante, selamat pagi.
sekedar perkenalan saja tante, aku salah satu followers akunmu @AlberthieneE di twitter. namaku gana.
dan sekedar pemberitahuan, ini surat cinta loh tante. percaya ga percaya aja, ini surat cinta, dari seorang yg suka menulis kagum kepada orang yg sudah sukses akan tulisannya. dan kalau boleh jujur memang aku belum pernah membaca buku tante. ya paling paling cuma tulisan tante di twitter, yg sedikit banyak memperlihatkan karakter tante.
dan itulah yg membuat saya kagum. dalam opini saya, saya melihat tante sebagai orang yg menikmati hidup, seorang penyayang binatang, sosok yg baik, yg memang pantas saya ambil banyak sisi positif dari tante dimana saya sebagai seorang anak 'muda' yg baru akan menginjak usia 17 tahun.
saya orang yg mencoba menikmati hidup saya. mengambil pelajaran darimana mana, termasuk dari akun twitter tante. karena kata papa saya, selalu ada pelajaran bagi orang orang yg mau berfikir.
surat ini saya tulis di ruang kelas, sambil menunggu guru kami memeriksa pekerjaan kami dan yg lain masih sibuk menyelesaikan tugas presentasi. semoga hari tante menyenangkan, dan selalu sukses ke depannya. sukses sebagai pribadi yg baik, saya harap saya juga begitu, tetap kagum akan sesuatu yg nantinya begitu bermanfaat bagi saya.
dari seorang pengagum,
@ktagana
Monday, 16 January 2012
day #3 - Aku adalah Kau
hai lelaki yg sedang berpeluh keringat mengejar kereta.
bagaimana perasaanmu saat ini?kau bahkan baru saja berlari ketika kereta 20 menit lagi akan melaju pergi. hahaha kau tampak panik, peluh keringatmu semakin menebal.
lucu saja melihatmu seperti kualahan seakan akan 24 jam tidak cukup bagimu untuk meluangkan sedikit waktu, hanya untuk menyelesaikan tugas mu. padahal hanya menyusun aksara. aku bersumpah tidak akan membantumu lagi.
sudahlah, kau tidak perlu banyak memikirkan sesuatu. kau memang begitu menikmati hidup mu. tapi tetap saja kau harus menghargai waktu. jangan terlalu sering menghabiskan waktumu bermalas malasan. lakukan sesuatu kek, apapun itu.
ingat cita citamu, jangan mau dihasut setan pemalas. padahal kau seharusnya layak mendapatkan sesuatu yg lebih jika saja kau berusaha keras, seperti sekarang ini. kau nyaris saja ketinggalan kereta, kau tetap berlari dan beruaha menyelesaikan apa yg kau mulai. jangan pernah menyerah, bung.
ini dari aku, kau.
bagaimana perasaanmu saat ini?kau bahkan baru saja berlari ketika kereta 20 menit lagi akan melaju pergi. hahaha kau tampak panik, peluh keringatmu semakin menebal.
lucu saja melihatmu seperti kualahan seakan akan 24 jam tidak cukup bagimu untuk meluangkan sedikit waktu, hanya untuk menyelesaikan tugas mu. padahal hanya menyusun aksara. aku bersumpah tidak akan membantumu lagi.
sudahlah, kau tidak perlu banyak memikirkan sesuatu. kau memang begitu menikmati hidup mu. tapi tetap saja kau harus menghargai waktu. jangan terlalu sering menghabiskan waktumu bermalas malasan. lakukan sesuatu kek, apapun itu.
ingat cita citamu, jangan mau dihasut setan pemalas. padahal kau seharusnya layak mendapatkan sesuatu yg lebih jika saja kau berusaha keras, seperti sekarang ini. kau nyaris saja ketinggalan kereta, kau tetap berlari dan beruaha menyelesaikan apa yg kau mulai. jangan pernah menyerah, bung.
ini dari aku, kau.
Sunday, 15 January 2012
day #2 - Dari Sosok yang Kamu Panggil 'Uncle'
hai, kecil.
mungkin surat ini tidak akan langsung kamu baca setibanya surat ini di pangkuanmu. 90% kamu bakalan acuh dengan selembar kertas ini. bagaimana tidak, kamu masih belum bisa membaca dengan benar deretan aksara yg aku susun ini.
saat ini kamu sedang sibuk memainkan koleksi mainanmu untuk mengisi waktumu, sesekali kamu menjahili orang orang sekelilingmu yg terkadang terlalu berlebihan dan kamu dicap nakal. tapi sebenarnya aku tau, kamu ga senakal itu. kamu itu anak yg cerdas dan kreatif.
tapi siapa yg mengajarkanmu memukul dan menendang orang?dari siapa kamu dengar kata kata yg bahkan aku nyaris tidak mengatakannya?dari siapa kamu diajarkan berbicara dengan nada tinggi kepada orang yg lebih tua?
nak, sebentar lagi kamu akan mendapatkan seorang adik dan semoga Tuhan memperlancar prosesnya. kamu akan menjadi seorang kakak laki laki bagi adikmu. mau atau tidak mau, suka atau tidak suka kamu harus bisa menjadi seorang kakak yg baik. tanpa merasa cemburu ketika adikmu nanti akan mendapat perhatian yg lebih dari orang orang di sekitarmu.
aku sungguh berharap kamu benar benar menjadi anak yg baik, aku tidak meragukan kecerdasan yg ada di otakmu. ketika besar nanti kamu layak menyimpan prestasi di lemarimu, bahagiakanlah kedua orangtuamu. dan dalam rentang waktu yg tidak lama nanti, kamu harus bisa menjadi anak yg baik dan soleh, menjadi kakak yg baik.
saat kamu sudah bisa membaca surat ini, percayalah, kami orang orang di lingkunganmu yg terkadang memarahi atau terkadang membuang muka dari hadapanmu benar benar menyayangimu. menaruh harapan bahwa kamu akan menjadi sosok yg cerdas, dan tampan luar dalam tentunya.
ini untukmu calon kakak laki laki, Sapta Daffa Mulya.
-dari orang yg kamu panggil Uncle
mungkin surat ini tidak akan langsung kamu baca setibanya surat ini di pangkuanmu. 90% kamu bakalan acuh dengan selembar kertas ini. bagaimana tidak, kamu masih belum bisa membaca dengan benar deretan aksara yg aku susun ini.
saat ini kamu sedang sibuk memainkan koleksi mainanmu untuk mengisi waktumu, sesekali kamu menjahili orang orang sekelilingmu yg terkadang terlalu berlebihan dan kamu dicap nakal. tapi sebenarnya aku tau, kamu ga senakal itu. kamu itu anak yg cerdas dan kreatif.
tapi siapa yg mengajarkanmu memukul dan menendang orang?dari siapa kamu dengar kata kata yg bahkan aku nyaris tidak mengatakannya?dari siapa kamu diajarkan berbicara dengan nada tinggi kepada orang yg lebih tua?
nak, sebentar lagi kamu akan mendapatkan seorang adik dan semoga Tuhan memperlancar prosesnya. kamu akan menjadi seorang kakak laki laki bagi adikmu. mau atau tidak mau, suka atau tidak suka kamu harus bisa menjadi seorang kakak yg baik. tanpa merasa cemburu ketika adikmu nanti akan mendapat perhatian yg lebih dari orang orang di sekitarmu.
aku sungguh berharap kamu benar benar menjadi anak yg baik, aku tidak meragukan kecerdasan yg ada di otakmu. ketika besar nanti kamu layak menyimpan prestasi di lemarimu, bahagiakanlah kedua orangtuamu. dan dalam rentang waktu yg tidak lama nanti, kamu harus bisa menjadi anak yg baik dan soleh, menjadi kakak yg baik.
saat kamu sudah bisa membaca surat ini, percayalah, kami orang orang di lingkunganmu yg terkadang memarahi atau terkadang membuang muka dari hadapanmu benar benar menyayangimu. menaruh harapan bahwa kamu akan menjadi sosok yg cerdas, dan tampan luar dalam tentunya.
ini untukmu calon kakak laki laki, Sapta Daffa Mulya.
-dari orang yg kamu panggil Uncle
Saturday, 14 January 2012
Day #1 hai, Tuhan
hai, Tuhan.
mungkin tukang pos tidak perlu mengirimkan surat ini kepadamu, karena engkau memang sudah mengetahui apa isinya dan apa yg tertulis didalamnya. setelah beberapa waktu yg lalu kita belum sempat berbincang hangat, kini aku mencoba berbincang denganmu melalui sebuah surat. ya, meskipun hanya satu arah.
aku sangat teramat mengagumi apa yg kau ciptakan. aku suka suara rintikan hujan dan dingin yg dibuat olehnya, terlebih lagi bau tanah yg basah dan pelangi yg terlukis di akhir rintikan.
aku suka skenario yg telah kau tuliskan didalam hidupku.
aku suka pikiran dan tingkah laku berkonsep yg kau sisipkan ke otak dan hatiku.
aku suka konklusi yg kau ciptakan.
aku kagum akan berbagai hal tak terduga yg bisa kau perlihatkan.
aku kagum akan nada nada indah yg bersenandung menemani indahnya senja.
meskipun terkadang aku cemburu dengan skrip yg kau berikan ke orang lain, yg aku rasa lebih pantas kau berikan kepadaku. itulah sisi gelapku, yg mungkin terkubur oleh kekagumanku kepada apa yg telah kau ciptakan.
aku harus banyak berterima kasih kepadamu, atas semua ciptaanmu ini. aku juga amat sangat kagum akan keanggunan turunan hawa yg kau ciptakan. dan kemudian kau ikatkan tali rasa antara aku dan salah satu diantara mereka, yg tentu saja kuharapkan semakin di eratkan.
aku sangat senang bermain di taman bunga yg kau ciptakan. sekedar berjalan jalan sambil menciumi aroma bunga yg ditiupkan angin.
ini semua skenariomu, aku akan terus menjalaninya. yg tentunya aku berharap kau memberi skenario hangat dan menyenangkan.
mungkin itu saja yg ingin kuungkapkan dari surat ini. dan kuharap kita memang bisa mengobrol ala duniawi nantinya.
mungkin tukang pos tidak perlu mengirimkan surat ini kepadamu, karena engkau memang sudah mengetahui apa isinya dan apa yg tertulis didalamnya. setelah beberapa waktu yg lalu kita belum sempat berbincang hangat, kini aku mencoba berbincang denganmu melalui sebuah surat. ya, meskipun hanya satu arah.
aku sangat teramat mengagumi apa yg kau ciptakan. aku suka suara rintikan hujan dan dingin yg dibuat olehnya, terlebih lagi bau tanah yg basah dan pelangi yg terlukis di akhir rintikan.
aku suka skenario yg telah kau tuliskan didalam hidupku.
aku suka pikiran dan tingkah laku berkonsep yg kau sisipkan ke otak dan hatiku.
aku suka konklusi yg kau ciptakan.
aku kagum akan berbagai hal tak terduga yg bisa kau perlihatkan.
aku kagum akan nada nada indah yg bersenandung menemani indahnya senja.
meskipun terkadang aku cemburu dengan skrip yg kau berikan ke orang lain, yg aku rasa lebih pantas kau berikan kepadaku. itulah sisi gelapku, yg mungkin terkubur oleh kekagumanku kepada apa yg telah kau ciptakan.
aku harus banyak berterima kasih kepadamu, atas semua ciptaanmu ini. aku juga amat sangat kagum akan keanggunan turunan hawa yg kau ciptakan. dan kemudian kau ikatkan tali rasa antara aku dan salah satu diantara mereka, yg tentu saja kuharapkan semakin di eratkan.
aku sangat senang bermain di taman bunga yg kau ciptakan. sekedar berjalan jalan sambil menciumi aroma bunga yg ditiupkan angin.
ini semua skenariomu, aku akan terus menjalaninya. yg tentunya aku berharap kau memberi skenario hangat dan menyenangkan.
mungkin itu saja yg ingin kuungkapkan dari surat ini. dan kuharap kita memang bisa mengobrol ala duniawi nantinya.
Sunday, 1 January 2012
non, je ne regrette rien
non je ne regrette rien.
selamat berganti nominal menjadi 2012. semoga kelak kita tidak mudah kadaluarsa, ataupun dikadaluarsai.
tidak perlu penyesalan untuk apa yg terjadi. everything's still the same.
semoga nantinya semakin banyak orang orang hebat yg mampir untuk menjadi kisah yg menarik.
non, je ne regrette rien. lagu terkenal dari Edith Piaf, bernuansa klasik.
dibumbui lirik penuh makna, sesungguhnya kita tidak butuh penyesalan.
well, selamat tahun baru semuanya.
selamat berganti nominal menjadi 2012. semoga kelak kita tidak mudah kadaluarsa, ataupun dikadaluarsai.
tidak perlu penyesalan untuk apa yg terjadi. everything's still the same.
semoga nantinya semakin banyak orang orang hebat yg mampir untuk menjadi kisah yg menarik.
non, je ne regrette rien. lagu terkenal dari Edith Piaf, bernuansa klasik.
dibumbui lirik penuh makna, sesungguhnya kita tidak butuh penyesalan.
well, selamat tahun baru semuanya.
Saturday, 19 November 2011
Aku Pria
"Sempurna. Langkahku semakin tegap. Kumis, jenggot dan bintik bintik bekas mencukur tampak merekat dengan kokoh di wajahku.
Kini aku siap, menjadi orang nomor satu. Menjadi seorang Pangeran.
Aku bukan primadona lagi.
Bahkan kini Primadona kota lah yang akan takluk ke pangkuanku."
Fatamorgana nyata dilaluinya. Ia berjalan tegap penuh wibawa layaknya seorang Tuan bangsawan bermartabat tinggi. Seisi bumi seakan terpaku dengan penampilannya.
Tapi tetap saja Ia masih tak mampu menipu mata jeli satuan pamong praja di malam yang begitu gelap. Kedok terbuka.
Tertangkap, karantina lagi.
imajinasikan dengan lantunan Frau - I'm a Sir
Kini aku siap, menjadi orang nomor satu. Menjadi seorang Pangeran.
Aku bukan primadona lagi.
Bahkan kini Primadona kota lah yang akan takluk ke pangkuanku."
Fatamorgana nyata dilaluinya. Ia berjalan tegap penuh wibawa layaknya seorang Tuan bangsawan bermartabat tinggi. Seisi bumi seakan terpaku dengan penampilannya.
Tapi tetap saja Ia masih tak mampu menipu mata jeli satuan pamong praja di malam yang begitu gelap. Kedok terbuka.
Tertangkap, karantina lagi.
imajinasikan dengan lantunan Frau - I'm a Sir
Subscribe to:
Posts (Atom)