Sunday, 16 January 2011

day #3; Selamat Kembali, Cahaya Pembunuh

Hai, selamat pagi. Tak ada salahnya kuucapkan selamat pagi untukmu setelah gelap dimakan terang, kan, pembunuh? Dan juga setelah sekian lama kau tak muncul di layar itu, dan ya, aku rasa ucapan selamat ku sah sah saja.

Minggu Pagi, bersamaan dengan munculnya terang kau kembali disini, di layar itu. Dengan berbagai keahlianmu untuk membunuhku, dan aku kan tetap melawanmu, pembunuh. Bisa dibilang kau tlah lama menghilang dari layar itu, entah ke dimensi mana engkau berkelana, aku pun merasa kosong, abu abu, aku tak mengeluarkan sepeser tenagaku
selama kau menghilang.



dan sekarang, kau hadir kembali. Mari bertempur, sejauh apa kau bisa meluluh lantakkan diriku, ataukah kau yg dengan mudah kutaklukkan? yg pasti, Selamat kembali, cahaya pembunuh daya injak bumi-ku. Kepakkanlah sayapmu, dan terbanglah di cakrawala sana, bawa serta ku melayang dan tentunya kuberharap kau tak menghempaskan jasad ku ini dari ketinggian sana.

Saturday, 15 January 2011

day #2 ; Darah Nyonya Tua

Keanggunan sang Nyonya, mengalirkan Hitam-Putih diatas altar hijau penuh gemuruh antusias. Sang Pangeran, mengemban darah yg sama, dibawah bendera sportifitas, menarikan keindahan yg tak kalah anggun dengan paras sang Nyonya.

Aku, terjun ke medan perang, tak peduli hati akan tertindas, ku tutup telinga atas teriakan nada minor mereka, membius diriku sendiri atas nama sang Nyonya, demi Darah Nyonya Tua.

Bersama mereka, aku akan menjadi Pangeran ke 12, menjunjung tinggi Darah Nyonya Tua dan melesakkan namanya ke Dunia, kembali menjadi yg pertama.

Friday, 14 January 2011

day #1 ; teruntukmu, titik terang dalam gelapku

Kupejamkan mataku, aku bertemu gelap
Saat kubuka mataku, terlalu silau untuk pupil ini
Kupejamkan kembali sepasang mataku
Menanti sebuah titik terang, yg tentu saja itu kamu

Engkau, setitik cahaya dalam gelapku
Menyeretku dari keterpurukan,
Serta mengajarkanku mengalahkan terik duniawi
Kau mengajarkanku terang, sebagaimana keahlianmu

Engkau, sang pembunuh
Pembunuh daya injak bumi-ku
Buatku melayang, mengambang di udara
Aku beruntung, bisa memeluk pelangi

Ya, itu kau, sesosok yg mungkin tak kukenali, seberkas cahaya terang, dalam gelapku. Mari berjalan bersama, menelusuri altar kegelapan, dengan terangmu, Cahaya-ku

Thursday, 30 December 2010

neutral

racun itu pudar
hilang bersama senandung angin
luntur oleh bilasan hujan
terbang jauh dibawa badai
jalanku kembali lurus
dan kutahu,
kelak angin akan memberikan racun yg lebih mapan untuk membunuhku

congrats!

Congrats, Malaysian, atas trophy kebanggaan Asia Tenggara. Kalian sukses. Dan saya menaruh perhatian lebih kepada Kiper Malay yg bermain di Final Leg ke 2 kemarin malam, Khairul Fahmi. Dia jadi sumber kegagalan Indonesia menjebol gawang Malaysia lebih banyak lagi untuk meraih kandidat Juara. Sekali lagi, Selamat.

dan, Runner up bukan hal yg buruk untuk Timnas Indonesia tahun ini. Pasukan Alfred Riedl menunjukkan sebuah konsistensi tinggi, permainan yg menawan, kerjasama yg bagus, tim yg solid, semuanya hebat, kejadian di Bukit Jalil memang mengganggu tapi ya, memang belum saatnya kita terbang tinggi di atas sana. namun ya, Garuda tetap di hati kami, Pendukung Setia, bukan Pendukung abal abal yg hanya memuja dan memuji di tengah kemenangan, namun berkhianat bagai pecundang dalam duka kekalahan. apapun itu, Garuda bagi saya masih tetap tim terbaik di Asia Tenggara. Seperti yg dikatakan Striker Naturalisasi Indonesia, Irfan Bachdim "the best not always win" ! Kita tetap terbaik, namun belum untuk trophy. Tetap semagat !

Saturday, 25 December 2010

ragazzino today

sudah lama aku tidak bermain di taman bunga
taman yg memberi kebebasan pengunjungnya
kebebasan yg tentunya beresiko
entah tertusuk, bahkan keracunan
tunggu, aku bahkan tidak tahu apa yg aku tulis
abstraksi?ya, aku selalu suka menulis abstrak
kejatuhan?mungkin, aku pun tak mengerti
aku tak mengerti mengapa,
saat aku melihat setangkai mawar,
setelahnya aku merasa aneh
aku seperti jatuh, jatuh terlalu tinggi
tinggi ke atas langit sana menembus kumpulan awan
bergetar, berdetak, tak tentu arah
tunggu, aku kehilangan bayangan mawar itu
harusnya aku kembali melihatnya
mawar yg harusnya mekar dengan tenang
semoga tidak terhalang apapun
bersinarlah, mawar yg nyaris runtuh

Saturday, 11 December 2010

pick it up

setan dan iblis bersorak dan menari nari menguasai dirimu. mereka berpesta, menginjak sesuatu yg dinamakan harga diri. saat itu harga dirimu remuk, tak berbentuk, hanya tinggal serpihan tak berharga. kau tinggikan ego itu, bernyanyi dalam kicauan murkamu. lakukanlah yg kau mau, setan, iblis ataukah malaikat yg akan mendampingimu, kau yg memulainya. terinjak, menginjak, atau berdiri sama rata? iblis tak akan membiarkan hal yg terakhir.

think deep, be great, do awesome

welcome back

hei, long time without update. lagi, sekolah ga terelakkan sebagai pelakunya. rentetan tugas, ulangan harian, dan sekaraang..ujian akhir semester ganjil. sangat menggelitik.dan ya berhubung besok hari minggu, ya hajar malam ini kita berbagi sampai mabuk!
ym:gianluigi.gana@ymail.com
follow me on twitter @gaannaa