kemarin, yg notabene adalah hari ke 14 aku menulis surat. dan harusnya tertera disana surat ku yg ke 14. tapi ya, kondisi membuat perbedaan. rengekan langit sama derasnya dengan rengekan penghambat hidung ini.
however, it's the 15th. the 15th letter. i've through a half month.
still trying to make you warm, with my letter.
with my words, help you through the storm.
under the skies that still crying on something.
make this earth's getting colder.
and im here, with my letter,
try to be your blanket.
a blanket which is wrapping you in the night.
keep you warm, keep you comfort.
even you're walking through the nightmare.
if I could, I will be your angel in your nightmare.
warm regards, from a warm letter.
Friday, 28 January 2011
hai !
yap, I missed the 14th day. yap, bukannya lalai *bukan ngebela diri ini loh:))* tapi ya kondisi kesehatan lagi ga memungkinkan. kemarin pulang sekolah istirahat seharian dan alhamdulillah sekarang udah jauh lebih baik.
dan yap, minggu ini dan minggu depan bakalan jadi minggu sibuk. sibuk ulangan, dan deadline tugas perbaikan fisika udah nyaris menemui ajal *buru buru nyelesein nulis*.dan yak, besok ulangan sejarah. subject yg emang ga pernah aku kuasai sejak smp, zaman Pak Lukman dulu. anyway, jadi kangen SMP *salah galau*.
yasudahlah, enjoy your day guys, enjoy your weekend, enjoy every shit and every pearl. have a peace, have a great melody. god by your side !
dan yap, minggu ini dan minggu depan bakalan jadi minggu sibuk. sibuk ulangan, dan deadline tugas perbaikan fisika udah nyaris menemui ajal *buru buru nyelesein nulis*.dan yak, besok ulangan sejarah. subject yg emang ga pernah aku kuasai sejak smp, zaman Pak Lukman dulu. anyway, jadi kangen SMP *salah galau*.
yasudahlah, enjoy your day guys, enjoy your weekend, enjoy every shit and every pearl. have a peace, have a great melody. god by your side !
Wednesday, 26 January 2011
day #13; Selamat Jalan
Kepada sosok yg sedikit kukenal, dan mungkin tidak mengenaliku.
Entah apa yg kau terawang beberapa bulan belakangan, aku tidak tau, dan mungkin ya aku tidak harus tau. Aku juga tak tau apa yg kau rasakan, entah menahan semua rasa sakit, ataukah memang sudah mati rasa?aku tidak tau.
Namun, apapun terawanganmu, apapun yg kau rasakan, semua yg kau lakukan sebelum hembusan nafas terakhirmu pagi tadi -yg sukses membuat orang2 kaget, meneteskan air mata- akan tetap di ingat.
Apapun itu, langkahmu akan tetap disertai doa duniawi dari Bumi ini.
Selamat Jalan, bg Ramadhano Isnan, semoga tempat terbaik di sisi-Nya menjadi tempat persemayatan mu.
Entah apa yg kau terawang beberapa bulan belakangan, aku tidak tau, dan mungkin ya aku tidak harus tau. Aku juga tak tau apa yg kau rasakan, entah menahan semua rasa sakit, ataukah memang sudah mati rasa?aku tidak tau.
Namun, apapun terawanganmu, apapun yg kau rasakan, semua yg kau lakukan sebelum hembusan nafas terakhirmu pagi tadi -yg sukses membuat orang2 kaget, meneteskan air mata- akan tetap di ingat.
Apapun itu, langkahmu akan tetap disertai doa duniawi dari Bumi ini.
Selamat Jalan, bg Ramadhano Isnan, semoga tempat terbaik di sisi-Nya menjadi tempat persemayatan mu.
Tuesday, 25 January 2011
day #12; Enyahlah
aku menulis lagi, menulis surat cinta. surat kali ini mungkin akan tidak tampak seperti surat cinta, tapi yakinlah, ini adalah sebuah surat cinta. mengungkapkan rasa cinta ku kepada kebencian.
aku harus menjalankan rutinitasku. entah itu membosankan, menyenangkan atau memuakkan. tapi itulah hidupku. dan kau, terkadang sangat senang hadir pada waktu yg sangat tidak tepat. aku benci itu.
disaat aku ingin terbang, kau selalu menghalanginya. bukan kesalahan jika aku terus mengadu kepada-Nya agar engkau enyah, untuk selamanya.
untuk rasa nyeri di lengan kananku,
pergilah
enyahlah
aku mungkin cinta
cinta untuk membencimu
aku begitu membenci moment ketika engkau hadir kembali. sekali lagi, enyahlah.
aku harus menjalankan rutinitasku. entah itu membosankan, menyenangkan atau memuakkan. tapi itulah hidupku. dan kau, terkadang sangat senang hadir pada waktu yg sangat tidak tepat. aku benci itu.
disaat aku ingin terbang, kau selalu menghalanginya. bukan kesalahan jika aku terus mengadu kepada-Nya agar engkau enyah, untuk selamanya.
untuk rasa nyeri di lengan kananku,
pergilah
enyahlah
aku mungkin cinta
cinta untuk membencimu
aku begitu membenci moment ketika engkau hadir kembali. sekali lagi, enyahlah.
Monday, 24 January 2011
day #11; Kamu, lagi
Untuk kamu, pendampingku di masa yg akan datang.
Tetaplah menari dalam keanggunanmu
Berpijarlah sebagaimana mestinya
Tetaplah satukan jemarimu denganku
Tetaplah menari dalam genggamanku
Dan kalau bisa, semoga kita tak bernasib seperti sebungkus roti. Yg harus menghilang pada tanggal tertentu. Semoga kita tak harus kadaluarsa dalam secangkir kafein. Menelan segala kepahitan, keracunan, dan kemudian benar benar hanyut dalam gelap.
Kita memang tak harus selalu mengambang di udara, tak harus selalu memeluk pelangi yg sama. Tapi percayalah, bernasib seperti sebungkus roti bukan akhir yg baik untuk kita, pelakon keindahan mawar.
Tetaplah menari dalam keanggunanmu
Berpijarlah sebagaimana mestinya
Tetaplah satukan jemarimu denganku
Tetaplah menari dalam genggamanku
Dan kalau bisa, semoga kita tak bernasib seperti sebungkus roti. Yg harus menghilang pada tanggal tertentu. Semoga kita tak harus kadaluarsa dalam secangkir kafein. Menelan segala kepahitan, keracunan, dan kemudian benar benar hanyut dalam gelap.
Kita memang tak harus selalu mengambang di udara, tak harus selalu memeluk pelangi yg sama. Tapi percayalah, bernasib seperti sebungkus roti bukan akhir yg baik untuk kita, pelakon keindahan mawar.
Sunday, 23 January 2011
day #10; Kita tak Perlu Menjadi Romeo-Juliet
untukmu, titik terang dalam gelap-ku.
entah besok, atau lusa, atau kapan, kita akan bertemu. aku yakin. kelak aku akan menggenggam tanganmu. menyalurkan kehangatan melalui jemari kita yg saling menyatu. kelak, kita akan bermain di taman bunga yg sama. saling mencari didalam gelap, atau bahkan berdua kita tersesat didalam gelap.
dan aku tak akan menjadi Romeo untukmu, karena kau juga tak perlu menjadi Juliet untukku. kau tak perlu mati suri untukku, dan aku mungkin tak perlu melesakkan nyawaku ke rumahnya untukmu. cukuplah kisah kita saja.
kita tak perlu penulis lain, biarlah buku itu kita yg mengisinya. kita tak perlu bersembunyi dalam kerumunan, kita tak perlu menjadi pembangkang. cukup pada kisah kita, 2 insan pelakon keindahan mawar dan kepahitan kafein.
Kita tak perlu menjadi Romeo-Juliet untuk sebuah kisah romantik
entah besok, atau lusa, atau kapan, kita akan bertemu. aku yakin. kelak aku akan menggenggam tanganmu. menyalurkan kehangatan melalui jemari kita yg saling menyatu. kelak, kita akan bermain di taman bunga yg sama. saling mencari didalam gelap, atau bahkan berdua kita tersesat didalam gelap.
dan aku tak akan menjadi Romeo untukmu, karena kau juga tak perlu menjadi Juliet untukku. kau tak perlu mati suri untukku, dan aku mungkin tak perlu melesakkan nyawaku ke rumahnya untukmu. cukuplah kisah kita saja.
kita tak perlu penulis lain, biarlah buku itu kita yg mengisinya. kita tak perlu bersembunyi dalam kerumunan, kita tak perlu menjadi pembangkang. cukup pada kisah kita, 2 insan pelakon keindahan mawar dan kepahitan kafein.
Kita tak perlu menjadi Romeo-Juliet untuk sebuah kisah romantik
Saturday, 22 January 2011
day #9; Sebuah Kesederhanaan
bisa dibilang aku orang yg tidak punya kecukupan kreativitas, bahkan inspirasi pun sulit untuk aku temukan. terlebih saat semuanya gelap, aku meng-abu, sulit melihat titik terang.
di saat aku harus mengecat sebuah dinding yg putih dan masih sangat bersih, aku mungkin akan kesulitan untuk membuatnya terlihat indah. jika memang tak tau harus apa, mungkin aku hanya akan memadukannya dengan hitam, tampak sederhana.
mungkin semua orang meninginkan sesuatu yg ellegant, tampak mengilap dalam keramaian. menjadi sebuah perbincangan hangat dalam perkumpulan penikmat cangkir hangat. menjadi daftar terbanyak dicari dalam bursa pemasokan mawar. tapi, apa semua hal harus ellegant?
mungkin akan ada masanya, dimana kesederhanaan akan mengalahkan kilapan ellegant. kesederhanaan itu seolah menjadi magnet bagi lampu sorot. menyorot tiap langkah, tiap kata, tiap tawa dan tiap kreasi yg dihasilkannya.
melalui sebuah kesederhanaan, mungkin dinding putih bersih itu akan tampak menarik. menarik lalu lalang kerumunan orang, termasuk hewan peliharaan, yg mungkin bahkan enggan membuang hajatnya di dinding itu.
dan dari itu, mungkin kelak sebuah kesederhanaan akan mengisi sebuah kegelapan, menjadi setitik cahaya dalam gelap, menjadi pemanis pahitnya kopi, dan menjadi yg pertama dan mungkin juga yg terakhir.
menjadi yg pertama menyapa di pagi hari, menjadi penyapa terakhir di dinginnya malam. menghangatkan jiwa, menyejukkan hati. dan yg lebih penting, menjadi sumber inspirasi dalam sebuah kebuntuan.
Aku, akan menantikan saat itu tiba
di saat aku harus mengecat sebuah dinding yg putih dan masih sangat bersih, aku mungkin akan kesulitan untuk membuatnya terlihat indah. jika memang tak tau harus apa, mungkin aku hanya akan memadukannya dengan hitam, tampak sederhana.
mungkin semua orang meninginkan sesuatu yg ellegant, tampak mengilap dalam keramaian. menjadi sebuah perbincangan hangat dalam perkumpulan penikmat cangkir hangat. menjadi daftar terbanyak dicari dalam bursa pemasokan mawar. tapi, apa semua hal harus ellegant?
mungkin akan ada masanya, dimana kesederhanaan akan mengalahkan kilapan ellegant. kesederhanaan itu seolah menjadi magnet bagi lampu sorot. menyorot tiap langkah, tiap kata, tiap tawa dan tiap kreasi yg dihasilkannya.
melalui sebuah kesederhanaan, mungkin dinding putih bersih itu akan tampak menarik. menarik lalu lalang kerumunan orang, termasuk hewan peliharaan, yg mungkin bahkan enggan membuang hajatnya di dinding itu.
dan dari itu, mungkin kelak sebuah kesederhanaan akan mengisi sebuah kegelapan, menjadi setitik cahaya dalam gelap, menjadi pemanis pahitnya kopi, dan menjadi yg pertama dan mungkin juga yg terakhir.
menjadi yg pertama menyapa di pagi hari, menjadi penyapa terakhir di dinginnya malam. menghangatkan jiwa, menyejukkan hati. dan yg lebih penting, menjadi sumber inspirasi dalam sebuah kebuntuan.
Aku, akan menantikan saat itu tiba
Subscribe to:
Posts (Atom)